Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Fuad A Rahmany di Hotel Intercontinental, Bali, Selasa malam (11/12/2007).
"Carbon trading itu muncul sebagai akibat suatu aktifitas teknologi. Dan mungkin nanti diterjemahkan dalam bentuk surat berharga di pasar modal," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Maksudnya supaya harganya itu, dasarnya adalah market itu. Dasarnya itu lebih pada market. Market based tetapi tidak berdasarkan subsidi. Jadi harganya itu akan ditentukan lewat pasar. Kecenderungannya akan ditetapkan oleh pasar," ujarnya.
Perdagangan karbon lewat bursa di dunia ini belum berkembang. Menurut Fuad pasarnya belum dewasa.
"Masih butuh waktu. Jadi masih banyak yang masih harus ditelaah, diatur bagaimana pengawasannya, siapa yang akan mengawasi. Ini kan pasar yang dikoordinasikan antar teknologi dengan financial instrumen. Kandungan teknologinya juga banyak," ujarnya.
Sementara itu meski tidak menghasilkan deklarasi apapun dalam pertemuan menkeu dan pejabat dari 36 negara dan 13 lembaga internasional, disepakati dalam Conference of Parties (COP) ke-14 di Polandia pembiayaan keuangan terkait perubahan iklim akan dilanjutkan.
(ddn/ir)











































