Perdagangan Karbon Diarahkan Lewat Pasar Modal

Perdagangan Karbon Diarahkan Lewat Pasar Modal

- detikFinance
Rabu, 12 Des 2007 08:56 WIB
Bali, - Perdagangan karbon di Indonesia akan diarahkan supaya masuk ke pasar modal. Harga dari emisi karbon itu nantinya akan ditetapkan oleh pasar.

Hal tersebut disampaikan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Fuad A Rahmany di Hotel Intercontinental, Bali, Selasa malam (11/12/2007).

"Carbon trading itu muncul sebagai akibat suatu aktifitas teknologi. Dan mungkin nanti diterjemahkan dalam bentuk surat berharga di pasar modal," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Fuad karena berdasarkan pasar maka perdagangan karbon tidak akan disubsidi.

"Maksudnya supaya harganya itu, dasarnya adalah market itu. Dasarnya itu lebih pada market. Market based tetapi tidak berdasarkan subsidi. Jadi harganya itu akan ditentukan lewat pasar. Kecenderungannya akan ditetapkan oleh pasar," ujarnya.

Perdagangan karbon lewat bursa di dunia ini belum berkembang. Menurut Fuad pasarnya belum dewasa.

"Masih butuh waktu. Jadi masih banyak yang masih harus ditelaah, diatur bagaimana pengawasannya, siapa yang akan mengawasi. Ini kan pasar yang dikoordinasikan antar teknologi dengan financial instrumen. Kandungan teknologinya juga banyak," ujarnya.

Sementara itu meski tidak menghasilkan deklarasi apapun dalam pertemuan menkeu dan pejabat dari 36 negara dan 13 lembaga internasional, disepakati dalam Conference of Parties (COP) ke-14 di Polandia pembiayaan keuangan terkait perubahan iklim akan dilanjutkan.

(ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads