Hal ini disampaikan Direktur Akademi Kebidanan Pemerintah Kabupaten Aceh Utara M Nurdin yang sempat mendapat bantuan dari Exxon pada 2005.
Pada saat itu, Exxon memberikan bantuan berupa pelatihan dosen, dan peningkatan keterampilan lainnya. Bantuan disalurkan Exxon melalui JHPIEGO yang merupakan afiliasi Universitas John Hopkins, AS yang fokus pada masalah kebidanan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nurdin berharap, Exxon mau memberikan bantuannya langsung kepada akademi itu. Tanpa perantara, tentu bantuan yang diterima bisa lebih besar. Dan ia mengaku siap mempertanggungjawabkannya.
"Kalau langsung kan jadi tidak ada biaya untuk pihak ketiga itu. Seperti kalau dia pulang pergi, kan pakai biaya dari itu (bantuan) juga. Kita siap kok mempertanggungjawabkannya," katanya.
Usulan ini langsung ditanggapi Field Public Affairs Manager Aceh Production Operations ExxonMobil Anwar Iska dalam kesempatan yang sama.
Menurutnya, Exxon memilih menggandeng LSM yang dinilai berpengalaman karena Exxon merasa tidak mampu menangani tanggungjawab sosialnya sendirian.
"Kita kan aslinya perusahaan migas. Jadi kita tidak pengalaman untuk langsung terjun ke masyarakat. Makanya kita bekerjasama dengan yang sudah berpengalaman, supaya lebih lancar," katanya. (lih/ir)










































