Pasar Keuangan Asia Masih Rawan

Pasar Keuangan Asia Masih Rawan

- detikFinance
Kamis, 13 Des 2007 11:47 WIB
Hong Kong - Sejauh ini, gejolak kredit perumahan di Amerika Serikat tidak mempengaruhi pasar negara-negara Asia Timur karena portofolio di kredit perumahan AS yang terbatas di kawasan ini.

Namun Bank Pembangunan Asia (ADB) memperingatkan bahwa Asia Timur masih memiliki kerawanan. Hal ini sejalan dengan ekspansi sektor perbankan yang mengembangkan bisnis baru sehingga membuka diri ke risiko yang tidak diketahui.

Demikian seperti dikutip dalam laporan The Asia Economic Monitor December 2007, Kamis (13/12/2007).

Perubahan struktur dalam aliran arus modal masuk, yang lebih dari 60 persennya merupakan dana jangka pendek masih menyimpan kekhawatiran, tulis laporan itu.

Ini juga akan menekan bank-bank sentral di Asia Timur ketika mengeluarkan kebijakan moneternya.

"Meskipun aliran modal kembali naik setelah terjadinya guncangan di pasar pada Agustus 2007, namun modal itu tetap bisa sewaktu-waktu keluar karena suasana yang masih tidak pasti ini," ujar Jong-Wha Lee, Head of ADB's Office of Regional Economic Integration.

Lee meminta pemerintah di kawasan ini untuk meningkatkan sistem manajemen risiko, memperbaiki kebijakan keterbukaan informasi dan meningkatkan kinerja badan pengawasan untuk  mengetahui apakah ada ancaman potensial terhadap sistem keuangan.

Laporan itu juga memuat mengenai perlambatan ekonomi Asia Timur pada tahun 2008.  ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi di Asia Timur akan mencapai 8 persen pada tahun depan. Padahal pada tahun 2007, pertumbuhan ekonomi diperkirakan mencapai angka yang lebih tinggi yakni 8,5 persen.

Ekonomi mengalami perlambatan karena ekspansi usaha di negara-negara industri baru akan melambat karena adanya volatilitas di pasar keuangan dan meningkatnya harga minyak mentah.
(ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads