"Kita butuh subsidi khusus, tapi Pak Wapres menyatakan pemerintah sudah
cukup berat dengan subsidi yang ada," kata Ketua Umum DPP Himpunan Nelayan
Seluruh Indonesia (HNSI) Yussuf Solichien Martadiningrat.
Hal tersebut disampaikan Yussuf usai bertemi Wakil Presiden Jusuf Kalla di
Kantor Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (13/12/2007).
Yussuf menjelaskan, kebijakan pemerintah yang kerap menaikkan harga BBM
sangat memberatkan nelayan. Akibatnya, 8,2 juta nelayan pun terpaksa
memutar otak agar bisa melaut.
"Mereka (nelayan) saat ini sering menggunakan minyak tanah yang dicampur
oli bekas. Mereka tahu bahan bakar itu akan merusak mesin, tapi daripada
tidak makan," ujarnya.
Menurut Yussuf, untuk satu kali melaut, nelayan minimal membutuhkan dana
sebesar Rp 430 ribu untuk membeli solar. Selain itu, nelayan juga harus
merogoh koceknya untuk membayar ABK-nya.
"Untuk sekali melaut mereka bisa menghabiskan Rp 1 juta. Padahal hasil
tangkapannya paling bisa dijual Rp 750 ribu," ujarnya.
Sebelumnya akibat kenaikan harga minyak mentah dunia, baik subsidi BBM maupun listrik akan membengkak. Untuk subsidi BBM dalam APBN 2007 membengkak Rp 32,6 triliun atau dari Rp 55 triliun menjadi 87,6 triliun. Sementara subsidi listrik 2007 naik Rp 13,9 triliun dari Rp 29,4 triliun menjadi 43,3 triliun.
(ary/ddn)











































