Pertumbuhan Pasar Tenaga Kerja 2008 Muram

Pertumbuhan Pasar Tenaga Kerja 2008 Muram

- detikFinance
Kamis, 13 Des 2007 14:08 WIB
Jakarta - Pada tahun 2008 akan ada terdapat kontras yang sangat besar antara gambaran makro yang baik dan cukup terjaga dengan gambaran mikro yaitu pertumbuhan dan penyerapan tenaga kerja yang muram.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Ekonom bank Mandiri Martin Panggabean dalam jumpa pers mengenai Economic Outlook 2008 di Plaza Mandiri, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (13/12/2007).

"Secara umum, dampak kenaikan harga minyak akan menyebabkan beberapa industri tumbuh lebih lambat dari pertumbuhan ekonomi nasional yang juga mengalami perlambatan," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun untuk sektor yang berorientasi kepada ekspor dan komoditas cenderung mengalami pertumbuhan gross sales. Ini didorong oleh tetap adanya permintaan di sektor tersebut serta harga ekspor yang meningkat seiring dengan pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS.

Martin mengatakan dengan kondisi harga minyak dunia yang diperkirakan terus meningkat dan kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM dalam negeri di 2008, maka akan terjadi berbagai shock yang menimbulkan dampak sektoral yang tidak merata.

"Jika kenaikkan harga minyak diikuti dengan depresiasi yang tajam maka akan menyebabkan industri kimia, pengolahan hasil hutan industri barang lainnya serta sektor perdagangan adalah yang akan terkena dampak negatif," jelasnya.

Sedangkan sektor industri pupuk, pengilangan minyak dan peternakan akan terkena dampak positif.

Akan tetapi, Martin mengatakan bahwa penyerapan tenaga kerja akan mengalami dampak yang jauh lebih dalam dari situasi yang terjadi. Sektor yang penyerapan tenaga kerjanya akan terkena secara negatif adalah industri pengolahan hasil hutan, industri pemintalan, industri tekstil, industri kimia, sektor angkutan serta sektor perdagangan.

"Padahal kebanyakan sektor ini ada di perkotaan dan banyak menyerap tenaga kerja," tuturnya. (dnl/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads