Pembangunan itu merupakan kerja sama antara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dengan perusahaan listrik asal Inggris, Applied Energy Services (AES).
"Selain di Indonesia, akan dibangun pula di Thailand. Ada 40 pembangkit yang akan kami bangun. Jika bisa masing-masing 20. Total investasi mencapai US$ 600 juta," kata President and CEO AES Paul Hanrahan saat menghadiri MoU antara AES dengan pihak Indonesia dan PLN di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/12/2007).
Ditambahkan olehnya, tiap-tiap pembangkit dapat menghasilkan tenaga 10 sampai 15 MW dengan menggunakan pembakaran sekam (kulit gabah). Untuk di Indonesia, pilot project akan dilakukan pertama kali di Tabanan, Bali. Β "Kami akan mensurvey terus tempat-tempat mana yang cocok untuk pembangunan biomass ini. Saya harap ini dapat sejalan dengan kampanye energi ramah lingkungan," ujar Hanrahan.
Penandatanganan kerja sama ini dihadiri oleh Direktur Pembangkitan dan Energi Primer PLN Ali Herman Ibrahim, Managing Director Asia Rising Paritat Lerngutai, Eksekutif Vice President and President AES, William Luraschi, President and CEO AES Paul Hanrahan, dan Menteri Lingkungan Thailand Yongyut Yuthavong.
(Ari/ddn)











































