Demikian diutarakan Ketua Umum Asosiasi Semen Indonesia (ASI) Urip Timuryono dalam perbincanganya dengan detikFinance, Jakarta, Kamis (13/12/2007).
"Suplai aman, produksi 40 juta ton dari 9 pabrik semen, yang terserap baru 34 juta ton, artinya stok tidak ada masalah, oleh sebab itu beberapa produsen dibulan ini memilih untuk melakukan maintenance," ungkap Urip.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Minggu ini semen yang terhambat sudah masuk ke pasar, jadinya harga dalam waktu dekat akan normal kembali, mungkin dipertengahan bulan ini," tambahnya.
Urip memperkirakan dengan kondisi ini banyak pembeli semen memilih menahan diri pembelian, untuk itu ia memperkirakan di tahun depan pertumbuhan konsumsi semen naik sebesar 7 persen dibanding konsumsi tahun ini yang sebanyak 34 juta ton.
(arn/ir)










































