Dari Gadai hingga Emas, Ini Bisnis Penopang Kinerja Pegadaian

Dari Gadai hingga Emas, Ini Bisnis Penopang Kinerja Pegadaian

Chayyara Zulghifary - detikFinance
Kamis, 17 Sep 2026 22:30 WIB
Berkilau di Bawah Danantara, Pegadaian Akselerasi Ekosistem Bank Emas
Foto: Pegadaian
Jakarta -

PT Pegadaian (Persero) yang selama lebih dari satu abad identik dengan layanan gadai kini bertransformasi menjadi pemain utama ekosistem emas nasional. Sekitar 90 persen portofolio gadai perusahaan berbentuk emas, menjadi fondasi bagi perusahaan untuk mengembangkan lini bisnis yang lebih luas.

Kinerja Pegadaian turut menjadi sorotan Presiden RI Prabowo Subianto dalam pidato kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2026.

"Pembenahan BUMN kita lakukan secara besar-besaran. Di 6 bulan pertama tahun 2026 ini, untung bersih PT Semen Indonesia naik 408,9%. 400%," ujar Prabowo beberapa waktu lalu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Untung bersih PT Pupuk Indonesia naik 252,8%. Untung bersih PT Pertamina naik 86%. Untung bersih Pegadaian naik 84,4%," sambungnya.

Titik balik transformasi ini terjadi sejak Pegadaian resmi mengantongi izin usaha bullion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir 2024. Sejak saat itu, Pegadaian menjadi perusahaan pertama di Indonesia dengan kewenangan penuh menjalankan Layanan Bank Emas.

ADVERTISEMENT

1 Aplikasi untuk Semua Layanan

Sejalan dengan transformasi yang dijalankan Pegadaian memiliki satu aplikasi yang bernama Tring! Aplikasi ini merupakan hasil rebranding dari Pegadaian Digital yang resmi diluncurkan pada 8 Oktober 2025 di Jakarta. Tidak hanya berganti nama, Tring! hadir dengan tampilan lebih modern, fitur yang semakin lengkap, serta sistem keamanan yang ditingkatkan.

Menariknya, kini layanan Pegadaian konvensional dan Pegadaian Syariah bisa diakses dalam satu aplikasi. Jadi, pengguna tidak perlu lagi berpindah platform untuk mengelola kebutuhan finansialnya.

Dengan konsep '1 User ID, Semua Kebutuhan', registrasi dan verifikasi data cukup dilakukan dalam satu langkah, sehingga lebih hemat waktu dan memudahkan akses ke beragam layanan.

"Pegadaian menempatkan keamanan sebagai prioritas utama. Aplikasi Tring! memastikan keamanan data nasabah terjamin dan aset emas yang dimiliki nasabah dijamin fisiknya serta tersimpan dengan standar keamanan terbaik," ujar Direktur Utama Pegadaian Damar Latri Setiawan.

Ekosistem Emas yang Terus Berkembang

Ekspansi bisnis ini turut didukung digitalisasi lewat aplikasi Tring! by Pegadaian, yang menjadi kanal terintegrasi bagi nasabah untuk bertransaksi emas tanpa harus datang ke outlet. Ekosistem Bank Emas di Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia kini mengelola sekitar 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp 360 triliun.

Transformasi bisnis ini turut membawa dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan. Sepanjang Semester I 2026, Pegadaian membukukan laba bersih Rp 6,59 triliun, tumbuh 84,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 3,58 triliun.

Direktur Utama PT Pegadaian (Persero) Damar Latri Setiawan mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kepercayaan masyarakat di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik global.

"Alhamdulillah, Pegadaian terus membukukan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini. Terima kasih kepada nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian," ujar Damar.

Menurut Damar, emas masih menjadi instrumen investasi yang diminati masyarakat karena karakteristiknya sebagai aset aman di tengah ketidakpastian ekonomi global.

"Emas terbukti menjadi aset aman (safe haven) yang paling diminati masyarakat. Dengan hadirnya layanan Bank Emas yang juga terintegrasi dengan Tring!, kami optimis dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap roda perekonomian nasional," ujarnya.

Dari gadai konvensional hingga ekosistem bank emas terintegrasi, perjalanan bisnis Pegadaian menunjukkan bagaimana transformasi mampu membuka peluang pertumbuhan baru. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi bagi perusahaan untuk terus memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat Indonesia.

Catatan Laba Pegadaian

Pegadaian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 6,59 triliun atau tumbuh 84,4% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 sebesar Rp 3,58 triliun.

Adapun realisasi total aset yang kini mencapai Rp 186,33 triliun atau meningkat 53,9% dari tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 121,1 triliun.

Pertumbuhan aset ini ditopang kuat oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp 155,1 triliun atau naik 52,7% dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp 101,5 triliun.

Pencapaian impresif ini berjalan beriringan dengan kualitas pembiayaan yang semakin sehat dan pruden. Hal ini dibuktikan dengan penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) secara signifikan dari 0,81% pada periode 30 Juni 2025 menjadi 0,71% pada 30 Juni 2026.

"Alhamdulillah, Pegadaian terus membukukan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini. Terima kasih kepada Nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia, atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian. Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian terus meningkatkan peran dan kontribusi dalam pembangunan ekonomi, untuk MengEMASkan Indonesia," ujar Damar

Ia menambahkan, Pegadaian berupaya untuk terus bertransformasi menghadirkan produk dan layanan yang relevan bagi masyarakat.

"Pencapaian ini juga merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras seluruh Insan Pegadaian. Kami berkomitmen untuk menghadirkan produk dan layanan yang relevan bagi masyarakat. Dengan hadirnya Layanan Bank Emas, serta aplikasi Tring!, harapannya mampu mempermudah masyarakat dalam berinvestasi bersama Pegadaian," tambah dia.

Empat Produk Layanan Bank Emas

Layanan Bank Emas Pegadaian terdiri atas empat produk dengan fungsi yang berbeda-beda. Deposito Emas memungkinkan nasabah menyimpan emas fisik atau saldo emas dengan tenor tertentu dan memperoleh imbal hasil berupa tambahan gramasi emas setiap periodenya, sehingga nilai aset emas nasabah terus bertumbuh selama masa penyimpanan.

Pinjaman Modal Kerja Emas ditujukan bagi pelaku industri emas, seperti pengrajin dan pedagang perhiasan, yang membutuhkan modal usaha. Pinjaman ini diberikan dan dikembalikan dalam bentuk emas fisik, sehingga pelaku usaha terlindungi dari risiko fluktuasi harga emas dunia selama masa pinjaman berjalan.

Jasa Titipan Emas Korporasi menyediakan layanan penyimpanan bagi entitas bisnis yang membutuhkan vault berstandar keamanan internasional, tanpa harus membangun fasilitas penyimpanan sendiri. Sementara itu, Perdagangan Emas melayani transaksi jual-beli emas batangan maupun perhiasan secara langsung melalui anak usaha Pegadaian, Galeri 24.

Produk-produk tersebut melengkapi lini bisnis emas yang sudah lebih dulu ada, seperti Tabungan Emas dan Cicil Emas, yang memungkinkan masyarakat memulai investasi emas mulai dari nominal kecil.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian (Persero) Selfie Dewiyanti mengatakan perusahaan terus berupaya menghadirkan produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Kami menyediakan produk berbasis emas yang komprehensif, mulai dari Deposito Emas, Titipan Emas Korporasi, Pinjaman Modal Kerja Emas, hingga perdagangan emas. Kami juga menyediakan opsi investasi emas seperti cicil emas dan menabung emas yang dapat diakses langsung melalui aplikasi Tring!," ujar Selfie.



(anl/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads