PT Pegadaian menjadi salah satu pemain utama dalam pengembangan Bank Emas dan ekosistem bisnis emas di Indonesia. Melalui layanan bulion, Pegadaian tidak hanya mengelola emas sebagai instrumen investasi, tetapi juga menjalankan berbagai fungsi mulai dari penyimpanan, pembiayaan hingga perdagangan emas.
Peran Pegadaian tersebut sejalan dengan dorongan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah komoditas emas di dalam negeri. Presiden Prabowo Subianto pun menyoroti perkembangan Bank Emas Indonesia dalam Sidang Tahunan MPR RI.
Prabowo mengungkapkan Bank Emas yang dijalankan Pegadaian dan PT Bank Syariah Indonesia (BSI) telah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp 360 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini dengan adanya bank emas yang baru beroperasi 1 tahun, bank emas kita di Pegadaian dan BSI sudah mengelola 153 ton emas dengan nilai sekitar Rp 360 triliun, US$ 20 miliar," ujar Prabowo beberapa waktu lalu.
Menurut Prabowo, pengembangan Bank Emas juga menjadi bagian dari upaya mengoptimalkan potensi emas nasional agar manfaat ekonominya dapat dirasakan di dalam negeri.
"Kita ingin emas Indonesia tidak hanya ditambang di negeri ini, tapi disimpan, diperdagangkan dan diberi nilai tambah di negeri sendiri," sambungnya.
Pegadaian Jadi Salah Satu Penggerak Bank Emas
Pegadaian menjadi salah satu perusahaan yang menjalankan kegiatan usaha bullion di Indonesia. Perusahaan ini telah memperoleh izin penyelenggaraan kegiatan usaha bulion dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan mulai menjalankan Layanan Bank Emas pada Februari 2025.
Melalui layanan tersebut, Pegadaian tidak hanya menjalankan bisnis gadai, tetapi juga mengembangkan berbagai layanan yang berkaitan dengan pengelolaan emas. Produk yang ditawarkan mencakup Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, Jasa Titipan Emas Korporasi hingga Perdagangan Emas.
Deposito Emas memungkinkan nasabah mendepositokan emas fisik maupun saldo emas. Sementara Pinjaman Modal Kerja Emas ditujukan bagi pelaku industri emas seperti pengrajin dan pedagang perhiasan. Pegadaian juga menyediakan Jasa Titipan Emas Korporasi dengan menjalankan fungsi sebagai gold custodian bagi perusahaan atau institusi yang memiliki aset emas dalam jumlah besar.
Selain itu, Pegadaian menjalankan fungsi sebagai gold provider melalui layanan perdagangan emas fisik. Emas yang diperdagangkan memiliki kemurnian 24 karat dan dilengkapi sertifikat resmi.
Kelolaan Ekosistem Emas Pegadaian Capai 145 Ton
Pengembangan berbagai layanan tersebut turut tercermin dari pertumbuhan kelolaan emas Pegadaian. Direktur Utama PT Pegadaian Damar Latri Setiawan mengungkapkan, hingga April 2026 total kelolaan ekosistem emas Pegadaian telah mencapai sekitar 145 ton.
"Total kelolaan ekosistem emas Pegadaian menembus angka sekitar 145 ton. Termasuk di dalamnya kelolaan Tabungan Emas Pegadaian yang kini mencapai lebih dari 20 ton dengan valuasi senilai lebih dari Rp 51 triliun. Alhamdulillah OSL produk Cicilan Emas juga mengalami kenaikan signifikan dengan pertumbuhan hingga 152,79% YoY, yaitu pada angka Rp 13,85 triliun per 30 April ini," ujar Damar.
Capaian tersebut menunjukkan besarnya aktivitas bisnis berbasis emas yang dikelola Pegadaian. Selain Tabungan Emas dan Cicilan Emas, perusahaan juga terus memperluas layanan bullion untuk menghubungkan kebutuhan investasi, penyimpanan, pembiayaan, dan perdagangan emas dalam satu ekosistem.
Pengelolaan tersebut turut ditopang oleh infrastruktur Pegadaian, mulai dari jaringan lebih dari 4.000 outlet, fasilitas vault berstandar internasional, jalur distribusi emas fisik hingga sistem pencatatan emas fisik dan digital dengan underlying asset 1:1.
Ekosistem Emas Merambah Pasar Modal
Pengembangan ekosistem emas Pegadaian juga diperluas hingga ke pasar modal. Pada Agustus 2026, ETF Emas mulai tercatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan Pegadaian berperan sebagai penyedia underlying asset melalui Electronic Gold Receipt (EGR).
EGR merupakan bukti kepemilikan emas dalam bentuk elektronik yang merepresentasikan emas fisik. Dalam ekosistem ETF Emas tersebut, Pegadaian berperan sebagai underlying provider, bukan sebagai penerbit produk ETF.
Langkah tersebut memperluas akses masyarakat terhadap emas melalui instrumen pasar modal. Artinya, emas tidak hanya dikelola melalui produk investasi dan pembiayaan ritel, tetapi mulai terhubung dengan instrumen keuangan yang diperdagangkan di bursa.
Di sisi lain, Pegadaian juga terus memperkuat ekosistem bullion melalui kolaborasi dengan berbagai pihak. Perusahaan turut mengambil bagian dalam pengembangan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) sebagai wadah untuk mendorong pendalaman pasar bullion nasional.
Dengan berbagai layanan tersebut, peran Pegadaian dalam bisnis emas kini semakin luas. Perusahaan tidak hanya menjalankan bisnis gadai, tetapi juga mengelola ekosistem yang mencakup investasi, penyimpanan, pembiayaan, perdagangan hingga akses emas ke pasar modal.
Penguatan ekosistem tersebut sejalan dengan arahan pemerintah untuk meningkatkan nilai tambah emas di dalam negeri. Sebagaimana disampaikan Prabowo, emas Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi komoditas yang ditambang, tetapi juga dapat disimpan, diperdagangkan, dan memberikan manfaat ekonomi di dalam negeri.
Catatan Laba Pegadaian
Pegadaian berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp 6,59 triliun atau tumbuh 84,4% dibandingkan periode yang sama di tahun 2025 sebesar Rp 3,58 triliun.
Adapun realisasi total aset yang kini mencapai Rp 186,33 triliun atau meningkat 53,9% dari tahun lalu yang tercatat sebesar Rp 121,1 triliun.
Pertumbuhan aset ini ditopang kuat oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp 155,1 triliun atau naik 52,7% dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp 101,5 triliun.
Pencapaian impresif ini berjalan beriringan dengan kualitas pembiayaan yang semakin sehat dan pruden. Hal ini dibuktikan dengan penurunan rasio Non-Performing Loan (NPL) secara signifikan dari 0,81% pada periode 30 Juni 2025 menjadi 0,71% pada 30 Juni 2026.
"Alhamdulillah, Pegadaian terus membukukan pertumbuhan kinerja di tengah tantangan ekonomi dan geopolitik saat ini. Terima kasih kepada Nasabah dan seluruh masyarakat Indonesia, atas kepercayaan terhadap produk dan layanan Pegadaian. Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, Pegadaian terus meningkatkan peran dan kontribusi dalam pembangunan ekonomi, untuk MengEMASkan Indonesia," ujar Damar
Ia menambahkan, Pegadaian berupaya untuk terus bertransformasi menghadirkan produk dan layanan yang relevan bagi masyarakat.
"Pencapaian ini juga merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras seluruh Insan Pegadaian. Kami berkomitmen untuk menghadirkan produk dan layanan yang relevan bagi masyarakat. Dengan hadirnya Layanan Bank Emas, serta aplikasi Tring!, harapannya mampu mempermudah masyarakat dalam berinvestasi bersama Pegadaian," tambah dia.










































