BPS Kategorikan Content Creator hingga Ahli Siber Jadi Pekerjaan Resmi RI

BPS Kategorikan Content Creator hingga Ahli Siber Jadi Pekerjaan Resmi RI

Heri Purnomo - detikFinance
Jumat, 18 Sep 2026 14:39 WIB
Working in metaverse 3d rending
Foto: Getty Images/iStockphoto/XH4D
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) resmi merilis Klasifikasi Baku Jabatan Indonesia (KBJI) 2026 yang memuat lebih banyak jenis jabatan seusai dengan perkembangan dunia kerja saat ini. KBJI ini merupakan pemutakhiran KBJI yang telah terbit tahun 2014 lalu.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, pemutakhiran KBJI ini diperlukan untuk menangkap perubahan jenis pekerjaan yang berkembang pesat, termasuk munculnya digital jobs dan green jobs.

Selain itu, KBJI yang mutakhir ini diperlukan untuk mendukung standardisasi, integrasi, dan keterbandingan statistik ketenagakerjaan, sekaligus menjadi rujukan tunggal bagi kegiatan sensus, kegiatan survei, dan integrasi data administrasi lintas sektor terkait ketenagakerjaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sehingga dengan demikian, baik data-data administrasi, data sensus, ataupun survei yang dilakukan oleh BPS dan data-data administrasi maupun registrasi yang disediakan oleh kementerian-kementerian terkait termasuk Kementerian Ketenagakerjaan bisa mengacu kepada standar klasifikasi yang sama, sehingga nanti begitu data-data tersebut diintegrasikan bisa lebih koheren dan konsisten," ujar Amalia dalam acara rilis KBJI di Kantor BPS, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

Amalia membeberkan berbagai jabatan baru seiring perkembangan dunia kerja dalam KBJI. Misalnya di sektor pariwisata itu munculnya jabatan Ahli Cagar Budaya, Dosen Ilmu Pariwisata, Terapis Spa, Edukator Museum, dan Registrar Museum.

ADVERTISEMENT

"Ini contoh-contoh tangkapan pekerjaan baru. Perkembangan serupa juga terjadi di sektor kesehatan. Misalnya dalam KBJI 2026 mengakomodasi jabatan-jabatan yang semakin spesifik, seperti Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga, Dokter Spesialis Mikrobiologi Klinik, Dokter Spesialis Bedah Plastik, dan Ahli Kapasitas Fisik," terangnya.

Untuk sektor ekonomi kreatif muncul jabatan baru seperti Pembuat Konten Layanan Berbagi Video dan Desainer Fashion. Di sektor green jobs, KBJI 2026 juga mengakomodasi jabatan-jabatan yang semakin spesifik, seperti Analis Cadangan Biomasa Karbon, Teknisi Daur Ulang Limbah, dan Operator Press Material Daur Ulang.

"Contoh lain misalnya digital jobs, muncul jabatan baru seperti Analis Kriptografi, Spesialis Keamanan Siber, dan Perancang Antarmuka Web dan Digital, dan sebagainya," katanya.

Amalia menambahkan, KBJI juga akan dimanfaatkan dalam diseminasi data ketenagakerjaan sehingga menjadi lebih informatif. Di mana KBJI nantinya dapat membantu menyesuaikan data jabatan dan memperkuat keterhubungan informasi ketenagakerjaan dalam data Siap Kerja dengan Sakernas BPS.

Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan KBJI juga telah ditunggu dunia industri sebagai bahasa yang sama dalam proses rekrutmen, penataan organisasi perusahaan, hingga komunikasi antara perusahaan dan pencari kerja.

"Dan bagi dunia industri, sebenarnya KBJI ini juga ditunggu, sebagai bahasa yang sama dalam mereka melakukan rekrutmen, dalam mereka melakukan penataan organisasi di perusahaan mereka, dan bahasa yang sama untuk mengkomunikasikan, apakah itu dengan perusahaan yang lain, ataupun pada para pencari kerja," katanya.

(hrp/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads