Golongan Baru Cukai Rokok Masih Dibahas, Jadi Diterapkan?

Golongan Baru Cukai Rokok Masih Dibahas, Jadi Diterapkan?

Retno Ayuningrum - detikFinance
Jumat, 18 Sep 2026 17:07 WIB
Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama
Foto: Anisa Indraini/detikcom
Jakarta -

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama menyampaikan masih mengkaji skema layer baru tarif Cukai Hasil Tembakau (CHT) sebagai langkah menekan peredaran rokok ilegal. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan internal dan pengkajian mendalam.

Djaka mengatakan rancangan untuk menerapkan kebijakan itu masih dibahas bersama Direktorat Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (DJSEF).

"Kita masih bahas yang pasti, tunggu tanggal mainnya aja. Karena kan saya eksekutor. Ya pasti 'kan dibicarakan sama DJSEF," ujar Djaka saat ditemui di Kementerian Keuangan, Jakarta, Jumat (18/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebijakan ini juga tidak akan diputuskan secara sepihak. Pemerintah nantinya akan berkonsultasi serta membicarakan hal tersebut bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

ADVERTISEMENT

"Mudah-mudahan mungkin nanti ada solusi untuk pembicaraan dengan DPR, karena kan kita nggak bisa ini sendiri, pasti kita akan konsultasi dengan DPR," tambah Djaka.

Djaka menjelaskan, tujuan dari rencana ini untuk menarik peredaran rokok yang selama ini ilegal agar beralih menjadi legal. Dengan begitu, para pelaku usaha diharapkan bisa belajar untuk taat terhadap aturan dan ketentuan yang berlaku yang telah ditetapkan pemerintah.

Rencananya, para pelaku rokok ilegal ini akan mendaftarkan guna memperoleh nomor Nomor Pokok Pengusaha Barang Kena Cukai (NPPBKC) sehingga dapat menjalankan usahanya secara resmi. Kendati demikian, aturan resmi maupun pembukaan pendaftaran tersebut belum diluncurkan karena masih menunggu rampungnya regulasi dan skema yang matang.

"Mereka mendaftar kepada kita untuk nomor NPPBKC-nya, sehingga dia bisa ya jualan dengan resmi, kan? Selama ini kan ilegal. Yang pasti masih menunggu ya, karena kita kan belum resmi untuk, 'Oke, kita naik, kita buka layernya,' Ketika itu dibuka, pasti akan ada pendaftaran untuk bisa masuk ke kelas III," beber ia.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads