Pedagang Warteg Serba Salah Gara-gara Harga Cabai Mahal

Pedagang Warteg Serba Salah Gara-gara Harga Cabai Mahal

Heri Purnomo - detikFinance
Minggu, 20 Sep 2026 20:30 WIB
Suasana Warteg yang mengalami kenaikan harga, di Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang, Rabu (3/6/2026).
Ilustrasi/Foto: Arina Zulfa Ul Haq/detikJateng
Jakarta -

Harga cabai di pasaran mengalami kenaikan harga. Bahkan cabai rawit merah hampir menyentuh Rp 100.000 per kilogram (kg).

Ketua Koordinator Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni menyampaikan harga cabai rawit merah yang hampir menyentuh Rp 100.000 per kg itu dinilai tinggi. Kondisi ini, kata dia, banyak dikeluhkan pedagang warteg.

Ia mengatakan harga cabai bagi pelaku usaha warteg yang ideal adalah berada pada rentang Rp 70.000 sampai Rp 75.000 per kg.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dari pantauan dan keluhan teman-teman pedagang warteg Kowantara harganya dirasakan masih tergolong mahal dan belum sepenuhnya normal. Meskipun di beberapa pasar tradisional sempat ada sedikit penurunan atau fluktuasi tipis dibanding lonjakan tertinggi sebelumnya, posisinya belum kembali ke level harga yang stabil atau ideal bagi operasional warung makan," ujar Mukroni saat dihubungi detikcom, Minggu (20/9/2026).

ADVERTISEMENT

Mukroni mengatakan kenaikan harga cabai cukup memukul pedagang warteg. Sebab, cabai merupakan bahan utama yang sulit dikurangi penggunaannya, terutama untuk sambal, balado, dan berbagai masakan tumisan.

Pedagang pun berada dalam posisi serba salah. Jika harga makanan dinaikkan, mereka khawatir pelanggan akan beralih. Sementara jika porsi sambal atau penggunaan cabai dikurangi pelanggan berpotensi mengeluh.

"Akhirnya sebagian besar pedagang memilih menyerap kenaikan biaya produksi ini sendiri, yang berakibat langsung pada tergerusnya keuntungan harian," katanya.

Mukroni berharap pemerintah memastikan pasokan cabai dari daerah sentra produksi tetap lancar. Distribusi juga perlu dijaga agar harga cabai di tingkat konsumen segera kembali stabil dan terjangkau.

"Harapan teman-teman pedagang warteg, pasokan dari daerah sentra produksi bisa terus dipastikan lancar dan distribusinya dijaga oleh pemerintah, sehingga harga di tingkat pasar eceran bisa lekas stabil dan terjangkau kembali," terangnya.

Sebagai informasi, Berdasarkan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia (BI) pada Minggu (20/9/2026), cabai menjadi komoditas pangan dengan kenaikan tertinggi. Di mana cabai merah keriting naik sebesar 9,42% atau sekitar Rp 5.950 per kg menjadi Rp 69.100 per kilogram (kg).

Kemudian harga cabai rawit merah juga naik sebesar 6,78% atau sekitar Rp 6.100 per kg menjadi Rp 96.100 per kg. Kenaikan tinggi juga dialami cabai merah besar hingga 6.23% atau sekitar Rp 3.400 per kg menjadi Rp 58.000 per kg. Lalu untuk cabai rawit hijau naik sebesar 4,81% atau Rp 3.100 per kg menjadi Rp 67.600 per kg.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads