Fahmi Idris Tolak Impor Lampu Hemat Energi

Fahmi Idris Tolak Impor Lampu Hemat Energi

- detikFinance
Jumat, 14 Des 2007 16:42 WIB
Jakarta - Menteri Perindustrian Fahmi Idris kembali menolak rencana impor. Kali ini penolakannya terhadap rencana PLN yang akan mengimpor jutaan lampu hemat energi (LHE).

Fahmi menilai produsen LHE sudah mampu memenuhi seluruh kebutuhan PLN yang mencapai 51,3 juta unit selama tahun 2008.

"Kita kemarin telah mengumpulkan produsen LHE yang telah memiliki SNI untuk mengecek kapasitas mereka. Kapasitas terpasang mereka 130 juta unit per tahun dengan produksi riil 66 juta unit. Jadi bisa memenuhi kebutuhan 51,3 juta tadi," ungkap Fahmi usai pelantikan eselon satu Departemen Perindustrian (Depperin) di gedung Depperin Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (13/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Fahmi mengatakan pihaknya telah meminta kenaikan bea masuk bagi LHE impor demi pengembangan industri LHE di dalam negeri.

"Untuk perdagangan pasar bebas LHE boleh saja diimpor, tapi akan ada pendekatan fiskal yang khas disiapkan dalam rangka kembangkan industri LHE," urainya.

Fahmi mengimbau perusahaan lampu yang saat ini memilih memasarkan produk impor LHE di Indonesia agar mau memproduksi di dalam negeri.

"Ada empat perusahaan yang masih impor, diantarany Phillips, Panasonic dan GE. Saya anjurkan mereka buat LHE di dalam negeri," ungkapnya.

Berdasarkan rapat dengan para pelaku usaha pada Kamis kemarin (13/12/2007) disimpulkan bahwa produsen LHE dalam negeri mampu memproduksi seluruh kebutuhan PLN dalam waktu enam bulan.

Dengan perhitungan, antara Januari hingga Juni 2008 PLN akan membagikan secara gratis tiga buah lampu kepada setiap rumah tangga atau 30 persen dari total lampu yang akan dibagikan.

(arn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads