Beras di Ritel Modern Kosong, Mendag Bilang Begini

Beras di Ritel Modern Kosong, Mendag Bilang Begini

Retno Ayuningrum - detikFinance
Selasa, 22 Sep 2026 15:26 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso
Foto: Retno Ayuningrum
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso angkat bicara soal beras premium yang masih kosong di toko-toko ritel modern. Kosongnya stok dinilai ada kaitannya dengan masalah beras fortifikasi yang sedang diselidiki oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dan aparat penegak hukum (APH).

Budi mengatakan Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Perum Bulog sebelumnya telah berkomitmen untuk segera memasok kebutuhan beras di pasaran.

"Kan kemarin sudah dari Pak Kepala Bapanas juga, kemudian dari Bulog, kan akan men-suplai beras," ujar Budi saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (22/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kendati begitu, yang terjadi di lapangan menunjukkan sejumlah ritel modern masih mengalami kekosongan. Menanggapi hal itu, Budi akan berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait, termasuk Bulog.

ADVERTISEMENT

"Nanti coba kami komunikasikan ya. Tapi kemarin kan sudah disepakati akan masuk beras di retail modern," tambah ia.

Berdasarkan pantauan detikcom, Sabtu (19/9/2026), stok beras premium di sejumlah ritel modern mengalami kekosongan. Misalnya di Alfamidi Pondok Ranji, Tangerang Selatan, stok beras premium kosong. Yang tersedia hanya tersisa satu pcs beras SPHP ukuran 5 kg.

Kemudian, pada Indomaret Jalan Raya Jombang, stok berasnya hanya tersedia SPHP Bulog. Sementara stok jenis premium, juga hanya ada milik Bulog yakni Punokawan ukuran 10 kg.

Sebelumnya, Perum Bulog disebut telah mengguyur beras premium ke ritel modern sebanyak 110 ribu ton. Penyaluran ini dilakukan untuk mengatasi kelangkaan beras di ritel modern beberapa bulan ini.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta Perum Bulog menambah stok beras premium 300.000 ton. Langkah ini sebagai upaya agar stok beras premium di ritel modern tetap tersedia.

"Sudah kita kirim. Beras aman. Yang mengatakan tidak aman? Ya mungkin afiliasi mafia. Sudah lah, kalau 200-300 ribu (ton), berasnya banyak. Sebagai kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) memerintahkan Bulog 300 ribu bila perlu, kali tiga," kata dia di kediamannya, Jakarta Selatan, Senin (21/9/2026).

Terkait kelangkaan beras premium, Amran membantah. Ia menyebut stok beras masih banyak di pasaran, khususnya di pasar tradisional. Sementara kelangkaan di toko ritel modern, ada kaitannya dengan masalah beras fortifikasi yang sedang diselidiki.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads