Perusahaan ini harus bertransformasi baik dari sisi bisnis maupun pengelolaan pendanaan perusahaan.
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko ANTAM Arini Kasmira, mengatakan CMSysNP menjadi bagian dari transformasi pengelolaan pendanaan perusahaan, khususnya dalam menjawab kebutuhan modal kerja yang terus berkembang.
"CMSysNP kami bangun bukan sekadar untuk mengoptimalkan posisi kas, tetapi untuk mengubah cara ANTAM mengelola kebutuhan pendanaan modal kerja. Dengan menghubungkan surplus likuiditas dan kebutuhan pendanaan di dalam Grup, kami dapat memanfaatkan sumber daya yang sudah tersedia secara lebih optimal dan membangun ekosistem pendanaan internal yang lebih terintegrasi. Inilah bagaimana fungsi keuangan dapat menjadi strategic enabler bagi keberlangsungan dan pertumbuhan bisnis ANTAM," ujar Arini dalam siaran pers ditulis Selasa (22/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain mendorong efisiensi finansial, implementasi CMSysNP turut memperkuat visibilitas dan tata kelola kas ANTAM Group. Pengelolaan likuiditas didukung mekanisme pengendalian dan Standard Operating Procedure (SOP) untuk memastikan implementasinya dilakukan secara terukur dan sesuai dengan prinsip tata kelola perusahaan yang baik.
SS Solutiva terdiri dari Zakiyah Kamila Fitri sebagai Team Leader, Siti Khodijah sebagai Technical Coordinator, dan Tiara Putri Novianto sebagai Facilitator. Tim tersebut berada dalam lingkup Corporate Finance dan didukung Funding Management Bureau dalam implementasi inovasi CMSysNP.
Keberhasilan di Bangkok melanjutkan perjalanan CMSysNP yang sebelumnya telah memperoleh berbagai pengakuan mulai dari tingkat internal ANTAM hingga nasional. Inovasi ini sebelumnya meraih Juara 2 dan Best Presentation pada KMI ANTAM tingkat kantor pusat tahun 2025, Juara 2 pada KMA ANTAM tahun 2025, serta Diamond Award pada Temu Karya Mutu dan Produktivitas Nasional XXIX 2025.
Pencapaian Excellence Award dan Best Presentation pada IQPC 2026 sekaligus menegaskan komitmen ANTAM untuk terus mendorong budaya inovasi di seluruh fungsi perusahaan. Bagi ANTAM, inovasi tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan efisiensi proses bisnis, tetapi juga untuk memperkuat tata kelola, mengoptimalkan sinergi di dalam Grup, dan mendukung pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan.
Antam mencatatkan prestasi di tingkat internasional melalui inovasi pengelolaan keuangan. Tim SS Solutiva ANTAM berhasil meraih dua penghargaan, yakni Excellence Award dan Best Presentation dalam ajang International Quality & Productivity Convention (IQPC) 2026 yang berlangsung pada 14-16 September 2026 di Berkeley Hotel Bangkok, Thailand.
Mewakili ANTAM di ajang internasional tersebut, SS Solutiva membawa inovasi bertajuk "Transforming ANTAM Group's Liquidity Management: Achieving 100% Liquidity Synergy, From 0 to 9 Entities through CMSysNP (Cash Management System Notional Pooling)".
Mengusung semangat sinergi dan optimalisasi sumber daya keuangan, inovasi tersebut menghadirkan pendekatan baru dalam pengelolaan likuiditas ANTAM Group melalui penerapan Cash Management System Notional Pooling (CMSysNP). Sistem ini memungkinkan posisi saldo kas ANTAM dan entitas-entitas Grup dikonsolidasikan secara virtual.
Melalui skema tersebut, posisi likuiditas ANTAM dan entitas Grup dapat dikelola secara lebih terintegrasi tanpa memerlukan perpindahan dana secara fisik antar-entitas. Dengan demikian, likuiditas yang tersedia di dalam Grup dapat dioptimalkan untuk mendukung kebutuhan pendanaan modal kerja secara lebih efisien dan terukur.
Pengembangan inovasi CMSysNP dilakukan melalui kolaborasi dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.
Direktur Utama ANTAM, Untung Budiharto, mengatakan inovasi merupakan bagian penting dari upaya perusahaan dalam membangun proses bisnis yang semakin adaptif, efisien, dan mampu memberikan nilai tambah secara berkelanjutan.
"Melalui SS Solutiva, ANTAM menunjukkan bahwa inovasi tidak hanya lahir dari sisi operasional pertambangan, tetapi juga dari pengelolaan keuangan. CMSysNP mengubah likuiditas yang sebelumnya tersebar di berbagai entitas menjadi kekuatan finansial bersama, sehingga pengelolaan kebutuhan pendanaan dapat dilakukan secara lebih efisien, terukur, dan tetap didukung tata kelola yang baik," ujar dia.
Kondisi tersebut menjadi peluang bagi ANTAM untuk membangun internal funding ecosystem dengan mengoptimalkan sumber daya keuangan yang telah tersedia di dalam Grup. Melalui skema notional pooling, surplus likuiditas dan kebutuhan pendanaan dapat dikelola secara lebih terintegrasi sehingga memperkuat sinergi keuangan antar-entitas ANTAM Group.
(kil/kil)









































