Seluruh utang itu dilunasi IMF pada 12 Desember 2007. Seharusnya, utang tersebut baru akan jatuh tempo pada tahun 2009.
"Kemampuan IMF untuk membayar utang ke IMF lebih cepat dari jadwal merefleksikan posisi cadangan devisanya yang kuat didukung tingginya harga minyak," ujar Managing Director IMF, Dominique Strauss-Kahn dalam siaran persnya, Sabtu (15/12/2007).
Utang yang diberikan IMF kepada Irak diteken bersamaan dengan white paper ala Indonesia dulu yang disebut sebagai 'Emergency Post Conflict Assistance'. Pemberian utang itu telah disetujui oleh Dewan Direksi IMF pada 29 September 2004.
Sejumlah negara yang juga sudah melunasi utangnya antara lain Brasil, Argentina, Indonesia, Filipina. Akibat pelunasan utang dari negara-negara anggotanya, IMF pun kini terancam kehilangan pendapatan.
IMF dibawah kepemimpinan baru kini tengah berjuang melakukan reformasi, termasuk melakukan diversifikasi investasi agar tak terpuruk kondisi keuangannya.
Kabar terakhir, IMF juga mendapat batu sandungan dari lembaga finansial bentukan negara-negara Amerika Latin, Bank of South.
(qom/qom)











































