SWF di Indonesia Terganjal Duit

SWF di Indonesia Terganjal Duit

- detikFinance
Sabtu, 15 Des 2007 14:27 WIB
Jakarta - Indonesia disarankan memiliki Sovereign Wealth Fund (SWF) untuk mempersiapkan diri menghadapi guncangan perekonomian global. Namun tampaknya untuk membentuk SWF, Indonesia masih cukup sulit yakni karena belum adanya dana yang besar.

Demikian disampaikan Menko Perekonomian Boediono menanggapi usulan yang disampaikan Deputi Gubernur Senior BI Miranda S. Goeltom di Fakultas kedokteran UI, Salemba, Jakarta, Sabtu (15/12/2007).

"Ini fenomena baru. Saya kira dengan adanya konsentrasi dana di beberapa negara, di Timteng, China dan negara maju, itu memang suatu fenomena yang perlu kita pelajari, dimana pemiliknya adalah negara. Tapi ini butuh dana banyak dan beroperasi di pasar global. Ini yang perlu kita cermati apa implikasi dari perpaduan antara negara dan pasar," jelasnya.
 
Apakah Indonesia bisa mengadopsi? "Bukan adopsi. kita punya duitnya nggak?" tegas Boediono.

Menurut Boediono, sejumlah negara besar bisa dengan mudah membentuk SWF karena ketersediaan dana.  Selanjutnya dana negara yang disisihkan itu dimasukkan kedalam semacam fund untuk kemudian dikelola secara swasta.

"Tapi disini ada aspek-aspek politiknya juga. Nah ini yang harus kita pelajari, kita belum punya duit sebesar itu," imbuhnya.
 
Miranda sebelumnya mengusulkan, SWF ini nantinya akan mengelola dana-dana yang berasal dari sebagian penerimaan pemerintah yang sudah disisihkan.

"Baik dari komoditas, minyak dan sebagainya, itu bisa disisihkan dalam bentuk SWF itu," jelasnya.

Selanjutnya dana yang dikelola SWF itu akan diinvestasikan kepada sejumlah instrumen investasi dengan tujuan meraup laba tanpa embel-embel politik. Namun menurut dia, investasi yang diambil adalah yang tidak berisiko tinggi.

Menurut Miranda, sejumlah negara sudah mulai mempersiapkan SWF ini misalnya Singapura, Malaysia dan Dubai.
(dnl/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads