Demikian disampaikan Irjen Depperin Sakri Widianto dalam menutup Gelar Tenun Tradisional di JCC, Jakarta, Minggu (16/12/2007).
"Pada gelar tenun kali ini juga tampil muka baru-baru pengrajin tenun sebanyak 40%. Jadi makin banyak penenun bagus yang muncul," kata Sakri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fauzi menuturkan bahwa tenun tradisional sekarang mulai fashionable. Hal itu sejalan dengan target pemerintah adalah agar tenun tradisional Indonesia makin sering digunakan sebagai busana, jadi tidak sekedar kain lembaran saja.
"Perbedaan yang paling menonjol adalah produk fashion. Berarti sasaran kita hampir tercapai agar tenun lebih bisa dipakai," katanya.
Pemerintah menargetkan gelar tenun kedepaannya seharusnya bisa masuk calender event international agar bisa menjangkau pembeli dari berbagai belahan dunia. Tapi nampaknya cita-cita itu belum bisa tercapai pada 2008 karena belum memenuhi kriteria.
"Volume perdagangannya harus diperbesar, barangnya harus lebih banyak, jadi sepertinya di 2008 belum bisa," keluhnya.
(arn/arn)











































