Hal tersebut disampaikan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) MS Hidayat usai peresmian sistem NSW di Gedung Dhanapala Depkeu, Jalan Senen Raya, Jakarta, Senin (17/12/2007).
"Memang ada problematika besar dalam pelaksanaan implementasi NSW ini, pertama kan baru Tanjung Priok, yang 60 persen volume impor melalui Tanjung Priok, sedangkan 40 persen sisanya tersebar termasuk melalui pelabuhan tikus ini," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau pelaksanaan NSW ini dipeluas ke pelabuhan lain diharapkan produsen atau importir lokal dapat lebih berperan dalam impor pengadaan barang dalam negeri dan mengurangi kegiatan ilegal.
(ddn/qom)











































