Sistem NSW Jalan Jika Pelabuhan 'Tikus' Diberangus

Sistem NSW Jalan Jika Pelabuhan 'Tikus' Diberangus

- detikFinance
Senin, 17 Des 2007 12:19 WIB
Jakarta - Kalangan pengusaha mendesak pemerintah untuk menindak tegas kegiatan impor barang melalui pelabuhan-pelabuhan liar atau pelabuhan 'tikus' di Indonesia sehingga penerapan National Single Window (NSW) dapat membuahkan hasil.

Hal tersebut disampaikan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) MS Hidayat usai peresmian sistem NSW di Gedung Dhanapala Depkeu, Jalan Senen Raya, Jakarta, Senin (17/12/2007).

"Memang ada problematika besar dalam pelaksanaan implementasi NSW ini, pertama kan baru Tanjung Priok, yang 60 persen volume impor melalui Tanjung Priok, sedangkan 40 persen sisanya tersebar termasuk melalui pelabuhan tikus ini," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

MS Hidayat mengungkapkan di Batam sedikitnya 32 pelabuhan tikus yang dijadikan jalur kegiatan importasi barang ilegal. "Jadi tantangannya banyak bagi pemerintah untuk memonitor ini dan dari pengamatan saya, kegiatan impor itu sebagian besar dikuasai oleh produsen non lokal sehingga banyak kegiatan ilegal," ujarnya.

Kalau pelaksanaan NSW ini dipeluas ke pelabuhan lain diharapkan produsen atau importir lokal dapat lebih berperan dalam impor pengadaan barang dalam negeri dan mengurangi kegiatan ilegal.
(ddn/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads