Presiden China Xi Jinping mengakhiri kunjungan kenegaraannya ke Washington, Amerika Serikat (AS), Jumat (25/9). Kunjungan formal pertama Xi Jinping ke Washington diwarnai berbagai seremoni bersama Presiden AS Donald Trump, tetapi hanya menghasilkan sedikit kesepakatan konkret.
Dikutip dari CNBC, Sabtu (26/9/2026), Trump menyambut langsung Xi di bandara, menggelar jamuan makan malam kenegaraan, hingga mengunjungi National Archives. Trump juga memberikan penyambutan besar-besaran dengan berbagai atraksi militer.
Di antara rangkaian seremoni tersebut, Trump dan Xi Jinping menyepakati perpanjangan kesepakatan perdagangan yang sudah berlaku. Xi Jinping juga menjanjikan pengiriman sepasang panda ke Atlanta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 5 fakta pertemuan Trump dan Xi Jinping di AS:
1. Gencatan Perang Dagang Berlanjut
Salah satu hasil konkret pertemuan Trump-Xi adalah perpanjangan gencatan perang dagang AS-China. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan kedua negara sepakat memperpanjang kesepakatan tersebut selama dua bulan hingga 10 Januari 2027.
Kesepakatan sebelumnya dicapai setelah Trump dan Xi bertemu di Busan, Korea Selatan. Kesepakatan tersebut antara lain menurunkan tarif AS serta menangguhkan pembatasan ekspor mineral tanah jarang dan mineral kritis oleh China.
Perpanjangan kali ini lebih pendek dari perkiraan sebelumnya yang mencapai enam bulan. Jangka waktu tersebut membuat persoalan perdagangan masih akan menjadi bahan negosiasi dalam pertemuan Trump dan Xi berikutnya.
Keduanya diperkirakan kembali bertemu pada KTT APEC di Shenzhen, China, November mendatang dan KTT G20 di Miami pada Desember.
2. Sepakat Bersaing Tanpa Konflik
Xi turut menyinggung hubungan dua negara dengan menggunakan istilah Thucydides Trap. Istilah tersebut merujuk pada risiko konflik ketika kekuatan baru yang sedang berkembang menantang kekuatan dominan.
Xi mengatakan AS dan China dapat menjalankan persaingan secara sehat tanpa harus berujung pada konfrontasi. Menurutnya, persaingan seharusnya menjadi perlombaan untuk saling mengejar, bukan pertarungan yang mengharuskan satu pihak menang dan pihak lainnya kalah.
Taiwan juga muncul dalam pembicaraan. Berdasarkan keterangan pemerintah China, Xi meminta AS menentang kemerdekaan Taiwan. Trump sendiri belum memberikan komentar publik mengenai Taiwan dalam rangkaian pertemuan tersebut.
Kedua pemimpin juga membahas situasi Timur Tengah. Namun, keterangan resmi China mengenai pertemuan itu tidak secara spesifik menyebut perang Iran.
3. Persoalan AI Belum Terjawab
Trump dan Xi belum mengumumkan langkah konkret baru terkait pengembangan maupun pengendalian AI. Padahal, perkembangan teknologi tersebut telah memunculkan kekhawatiran dari sejumlah pemimpin industri teknologi dan anggota parlemen AS.
Sebelum Xi tiba di Gedung Putih, Trump mengatakan ingin mempertahankan kondisi pengembangan AI seperti sekarang. Ia juga menyebut China memiliki posisi yang sama.
Xi kemudian menekankan AS dan China sama-sama memiliki kemampuan dan tanggung jawab untuk mengembangkan serta mengelola AI agar memberikan manfaat. Pengembangan teknologi tersebut, menurut Xi, juga harus tetap berada di bawah kendali manusia.
Xi turut mendorong kerja sama AS-China di bidang AI. Meski demikian, tidak ada rincian mengenai bentuk kerja sama maupun kesepakatan konkret yang diumumkan setelah pertemuan.
4. Sambutan Megah Trump kepada Xi Jinping
Trump memberikan penyambutan besar-besaran kepada Xi selama kunjungan kenegaraan tersebut. Karpet merah dibentangkan ketika pesawat Xi tiba di Joint Base Andrews dan kembali disiapkan ketika rombongannya tiba di Gedung Putih.
Trump dan Ibu Negara Melania Trump bahkan menunggu Xi di tangga pesawat. Ini menjadi pertama kalinya Trump datang langsung ke pangkalan tersebut untuk menyambut seorang pemimpin asing.
Rangkaian penyambutan juga diisi berbagai pertunjukan militer. Trump dan Xi menyaksikan pasukan AS memainkan musik, melakukan parade hingga sejumlah pesawat militer melakukan terbang lintas.
Salah satu pesawat yang melintas pada Rabu bahkan menghasilkan suara keras yang membuat Trump terlihat terkejut dan menunjukkan ekspresi meringis. Sementara Xi tidak menunjukkan reaksi serupa.
Setelah pertemuan bilateral pada Kamis, Trump juga mengajak Xi melihat helipad baru di Gedung Putih dan memperlihatkan helikopter kepresidenan AS.
5. Sejumlah Momen Tak Tayang di Televisi
Berbagai pertunjukan dan seremoni besar dalam kunjungan Xi ternyata tidak disiarkan oleh jaringan televisi utama AS. Kondisi tersebut berkaitan dengan penghentian sementara sistem TV pool yang meliput Gedung Putih.
Penghentian dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap MS NOW, CNN, dan Politico yang sebelumnya dilarang Trump meliput Gedung Putih karena pemberitaan mereka yang menurut Trump merugikan.
Seorang hakim federal kemudian memerintahkan Gedung Putih memulihkan akses ketiga media tersebut untuk sementara waktu. Meski demikian, sejumlah jurnalis dari ketiganya masih sempat dilarang memasuki Gedung Putih pada Kamis pagi, sementara media pemerintah China mendapat akses.
Akses ketiga media tersebut kemudian dipulihkan sepenuhnya pada Kamis. Trump sempat mengkritik jaringan televisi karena tidak menyiarkan kedatangan Xi. Melalui Truth Social, Trump menyebut momen penyambutan tersebut sebenarnya dibuat untuk menjadi tontonan televisi.
(ily/hns)









































