Hal tersebut disampaikan Ketua Kadin MS Hidayat di sela-sela peluncuran National Single Window, di Gedung Dhanapala Depkeu, Jalan Senen Raya, Jakarta, Senin (17/12/2007).
"Kalau tidak diterapkan maka kita akan ketinggalan jauh, seperti FTZ (Free Trade Zone) contohnya, kita ini baru direncanakan, sementara di Malaysia sudah siap. Investor sudah pada masuk, jadi kita sudah sangat terlambat dari Malaysia," keluhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau misalkan negara lain itu ada tax holiday sementara di negara kita enggak, maka investor akan menilai sendiri mana yang lebih menarik, jadi itu maksud Lutfhi," ujarnya.
Kalau Indonesia ingin lebih kompetitif, lanjut Hidayat, maka aturan di Indonesia harus lebih atraktif antara lain dengan tax holiday tersebut.
"Kita harus lebih menarik juga dari negara yang lain, menimal sama lah. Memang kita harus berani rugi dulu," tambahnya.
(ddn/arn)











































