Gencatan Perang Dagang Usai Trump dan Xi Jinping Tatap Muka

Gencatan Perang Dagang Usai Trump dan Xi Jinping Tatap Muka

Ilyas Fadilah - detikFinance
Minggu, 27 Sep 2026 07:25 WIB
US President Donald Trump meets Chinese President Xi Jinping in the Oval Office at the White House in Washington, D.C., US, September 24, 2026. REUTERS/Evan Vucci
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertemu Presiden China Xi Jinping dalam kunjungan kenegaraan ke Washington, 23-25 September 2026. Foto: REUTERS/Evan Vucci
Jakarta -

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bertatap muka dengan Presiden China Xi Jinping dalam kunjungan kenegaraan ke Washington, 23-25 September 2026. Pertemuan kedua pemimpin menghasilkan perkembangan penting, salah satunya gencatan perang dagang.

Dikutip dari CNBC, Sabtu (26/9/2026), Trump menyambut langsung Xi di bandara, menggelar jamuan makan malam kenegaraan, hingga mengunjungi National Archives. Trump juga memberikan penyambutan besar-besaran dengan berbagai atraksi militer.

Di antara rangkaian seremoni tersebut, Trump dan Xi Jinping menyepakati perpanjangan kesepakatan perdagangan yang sudah berlaku. Xi Jinping juga menjanjikan pengiriman sepasang panda ke Atlanta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hasil konkret pertemuan Trump-Xi adalah perpanjangan gencatan perang dagang AS-China. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengumumkan kedua negara sepakat memperpanjang kesepakatan tersebut selama dua bulan hingga 10 Januari 2027.

Kesepakatan sebelumnya dicapai setelah Trump dan Xi bertemu di Busan, Korea Selatan. Kesepakatan tersebut antara lain menurunkan tarif AS serta menangguhkan pembatasan ekspor mineral tanah jarang dan mineral kritis oleh China.

ADVERTISEMENT

Perpanjangan kali ini lebih pendek dari perkiraan sebelumnya yang mencapai enam bulan. Jangka waktu tersebut membuat persoalan perdagangan masih akan menjadi bahan negosiasi dalam pertemuan Trump dan Xi berikutnya.

Keduanya diperkirakan kembali bertemu pada KTT APEC di Shenzhen, China, November mendatang dan KTT G20 di Miami pada Desember.

Xi turut menyinggung hubungan dua negara dengan menggunakan istilah Thucydides Trap. Istilah tersebut merujuk pada risiko konflik ketika kekuatan baru yang sedang berkembang menantang kekuatan dominan.

Xi mengatakan AS dan China dapat menjalankan persaingan secara sehat tanpa harus berujung pada konfrontasi. Menurutnya, persaingan seharusnya menjadi perlombaan untuk saling mengejar, bukan pertarungan yang mengharuskan satu pihak menang dan pihak lainnya kalah.

Taiwan juga muncul dalam pembicaraan. Berdasarkan keterangan pemerintah China, Xi meminta AS menentang kemerdekaan Taiwan. Trump sendiri belum memberikan komentar publik mengenai Taiwan dalam rangkaian pertemuan tersebut.

Kedua pemimpin juga membahas situasi Timur Tengah. Namun, keterangan resmi China mengenai pertemuan itu tidak secara spesifik menyebut perang Iran.

(ily/hns)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads