"Jadi aman itu," kata Kalla usai menghadiri Perayaan Emas Deklarasi Djoeanda dan Hari Ulang Tahun (HUT) Nusantara ke 8 di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta, Selasa (18/12/2007).
Hitung-hitungan pemerintah, kata Kalla, setiap tahun penduduk Indonesia meningkat sekitar 1,4 sampai 1,5 persen dan pengurangan lahan setiap tahunnya berkurang sekitar 1,5 persen.
"Jadi setidak-tidaknya harus ada peningkatan produksi pangan setiap tahunnya sebesar 5 persen," kata Kalla.
Upaya yang dilakukan, lanjut Kalla, adalah peningkatan produksi dengan menggunakan bibit unggul dan pengurangan peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya.
"Penduduk tidak dibatasi, tetapi dikontrol peningkatannya supaya setiap tahun berkisar antara 1,2 sampai 1,3 persen," ujarnya.
Namun sebelumnya, Mentan Anton Apriantono mengungkapkan Indonesia diprediksi akan mengalami krisis pangan pada 2017 atau 10 tahun mendatang bila melihat ketimpangan antara jumlah penduduk dan ketersediaan lahan pangan yang makin tidak seimbang dewasa ini.
Anton mengatakan dengan laju pertumbuhan penduduk 1,3 sampai 1,5 persen, sementara luas lahan pertanian tidak mengalami penambahan, dikhawatirkan pada 10 atau 20 tahun nanti krisis pangan akan melanda negara ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kebutuhan lahan ini sebenarnya bisa saja dipenuhi bila tidak terjadi konversi lahan pertanian ke peruntukan lain, seperti pabrik dan permukiman, namun ketersediaan lahan potensial untuk perluasan areal tanaman pangan saat ini nyaris sudah tidak ada lagi," ujarnya waktu itu.
(ken/ddn)











































