Kalla Jamin Ketahanan Pangan RI

Kalla Jamin Ketahanan Pangan RI

- detikFinance
Selasa, 18 Des 2007 14:38 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla menjamin Indonesia akan mampu menjaga ketahanan pangannya. Dengan kenaikan jumlah beras minimal 5 persen, akan dapat mengimbangi pertambahan penduduk dan pengurangan pangan.

"Jadi aman itu," kata Kalla usai menghadiri Perayaan Emas Deklarasi Djoeanda dan Hari Ulang Tahun (HUT) Nusantara ke 8 di Pantai Carnaval, Ancol, Jakarta, Selasa (18/12/2007).

Hitung-hitungan pemerintah, kata Kalla, setiap tahun penduduk Indonesia meningkat sekitar 1,4 sampai 1,5 persen dan pengurangan lahan setiap tahunnya berkurang sekitar 1,5 persen.

"Jadi setidak-tidaknya harus ada peningkatan produksi pangan setiap tahunnya sebesar 5 persen," kata Kalla.

Upaya yang dilakukan, lanjut Kalla, adalah peningkatan produksi dengan menggunakan bibit unggul dan pengurangan peningkatan jumlah penduduk setiap tahunnya.

"Penduduk tidak dibatasi, tetapi dikontrol peningkatannya supaya setiap tahun berkisar antara 1,2 sampai 1,3 persen," ujarnya.

Namun sebelumnya, Mentan Anton Apriantono mengungkapkan Indonesia diprediksi akan mengalami krisis pangan pada 2017 atau 10 tahun mendatang bila melihat ketimpangan antara jumlah penduduk dan ketersediaan lahan pangan yang makin tidak seimbang dewasa ini.

Anton mengatakan dengan laju pertumbuhan penduduk 1,3 sampai 1,5 persen, sementara luas lahan pertanian tidak mengalami penambahan, dikhawatirkan pada 10 atau 20 tahun nanti krisis pangan akan melanda negara ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan proyeksi kebutuhan beras bangsa Indonesia pada 2009, diperlukan penambahan produksi beras sebanyak 1,8 juta ton atau setara dengan 3 juta ton gabah kering giling setiap tahun. Untuk itu diperlukan penambahan areal sawah seluas 600.000 hektar.

"Kebutuhan lahan ini sebenarnya bisa saja dipenuhi bila tidak terjadi konversi lahan pertanian ke peruntukan lain, seperti pabrik dan permukiman, namun ketersediaan lahan potensial untuk perluasan areal tanaman pangan saat ini nyaris sudah tidak ada lagi," ujarnya waktu itu.
(ken/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads