Hanya Orang Kaya yang Menikmati Pertumbuhan Ekonomi

Hanya Orang Kaya yang Menikmati Pertumbuhan Ekonomi

- detikFinance
Selasa, 18 Des 2007 15:08 WIB
Jakarta - Sektor keuangan atau finansial di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Likuiditas di sektor ini mencapai Rp 75 triliun.

Namun sayangnya hanya masyarakat yang tergolong kaya yang memiliki akses ke sektor finansial, artinya masih ada ketimpangan, karena di sisi lain sektor riil masih cukup sulit untuk berkembang.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Utama BPS Slamet Sutomo dalam diskusi mengenai "Evaluasi Kinerja Perekonomian 2007" di Kantor BPS, Jalan Juanda, Jakarta, Selasa (18/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada ekses likuiditas sebesar Rp 75,8 triliun, artinya investasi itu belum optimal karena kondisi ekonomi, pengaruh eksternal dan lain-lain, yang dipermasalahkan adalah kita butuh kebijakan dari pemerintah supaya yang Rp 75 triliun bisa dimanfaatkan, ini data tahun 2005," tuturnya.

Menurut Slamet, ekses likuiditas Rp 75,8 triliun pada tahun 2005 yang ada di pasar finansial akan terus meningkat di tahun 2007 ini dengan makin bergairahnya sektor finansial.

"Yang menikmati hasil pertumbuhan ekonomi hanya orang kaya, sedangkan orang miskin tidak punya akses ke sektor finansial," ujarnya.
 
Slamet mengatakan bahwa setelah masa krisis yang melanda di Indonesia, dana masyarakat banyak sekali yang menumpuk pada saving investment seperti deposito, tabungan dan instrumen lainnya.
 
"Sektor riil memang terkendala jadi daripada saya investasi di sektor riil lebih baik saya investasi di finansial dapat duitnya gampang. Taruh deposito dapat uang, jadi ada tendensi di sana, sejak 2005 ada tendensi ada orang menarik tabungannya dari deposito karena menginginkan return," jelasnya.
 
Dikatakan Slamet bahwa Indonesia saat ini harus ada kebijakan yang menghubungkan sektor finansial dan sektor riil.
 
"Sekitar 20 persen rumah tangga di kota punya saving, tapi yang orang miskinnya tidak punya, itulah kenapa ada kesenjangan orang yang sudah kaya. Selain dapat gaji ada juga bunga deposito, SUN, ORI, yang 2 terakhir ini yang menyerap 30 persen rumah tangga secara umum. Kalau rumah tangga bermain di sektor finansial akan ada kesenjangan yang makin besar," paparnya.
(dnl/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads