"Tapi kemarin sudah kita revisi, kita tunda dulu. Belum tahu sampai kapan," kata Ketua Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI) Jeffrey Mulyono disela-sela jumpa pers Masyarakat Pertambangan Indonesia di gedung Eka Karma di Jl Tendean, Selasa (18/12/2007).
Jika kontrak tersebut jadi diteken, maka akan menjadi transaksi batubara kalori rendah pertama Indonesia. Selama ini batubara kalori rendah biasanya tidak diminati karena pembakarannya kurang sempurna dibanding yang berkalori lebih tinggi.
Namun permintaan yang tinggi datang dari China dan India. Kedua sangat agresif mencari batubara di Indonesia, termasuk yang berkalori rendah.
"Dari India itu ada NTPC, PLN-nya India. Dia agresif sekali mencari disini, tapi memang belum ada deal," tambahnya.
Jeffrey juga menuturkan, kondisi seperti ini bisa mengancam ketersediaan pasokan batubara bagi proyek PLTU 10.000 MW PLN yang berencana menggunakan batubara kalori rendah 4.300 per kg.
"Sekarang yang 3.500 aja ada yang mau," katanya. (lih/qom)











































