Demikian disampaikan Dirut Bulog, Mustafa Abubakar, di gedung Bulog, Jl. Jend Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (18/12/2007).
"Peningkatan spekulasi telah menyebabkan kenaikan harga beras dalam dua minggu belakangan ini. Hal itu dipicu oleh antisipasi kekurangan suplai di puncak paceklik, rencana kenaikan BBM dan rencana kenaikan gaji PNS," kata Mustafa.
Padahal biasanya, ia melanjutkan, harga beras naik pada puncak paceklik yaitu Januari-Februari. Namun, aksi spekulasi menahan stok beras, terutama dipicu oleh ekspektasi harga akan terus melambung pada minggu-minggu mendatang.
"Saat ini stok beras di masyarakat mencapai kisaran 30% atau sekitar 1-1,5 juta ton," kata Mustafa.
Jumlah tersebut hampir berimbang dengan stok beras yang dimiliki Bulog saat ini, yaitu sebesar 1,6 juta ton.
"Namun kita menjamin, stok beras pemerintah akan mampu menghadapi aksi spekulasi, sehingga harga beras akan tetap stabil," kata Mustafa.
(dro/qom)










































