PNS-Damkar Demo Besar-besaran Minta Naik Gaji

PNS-Damkar Demo Besar-besaran Minta Naik Gaji

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Minggu, 04 Okt 2026 08:00 WIB
French police look on during a demonstration by French firefighters on strike calling for more resources and funding following a summer marked by mega-fires, in Paris as part of a day of strikes and protests by public sector workers in France, Septem
Polisi Prancis mengamati jalannya unjuk rasa petugas pemadam kebakaran yang mogok kerja/Foto: REUTERS/Abdul Saboor
Jakarta -

Puluhan ribu Pegawai Negeri Sipil (PNS) termasuk guru, petugas pemadam kebakaran, hingga petugas kesehatan menggelar aksi unjuk rasa alias demonstrasi besar-besaran di berbagai kota di Prancis menolak anggaran pemerintah dan menuntut kenaikan gaji.

Dikutip dari Al Jazeera, Sabtu (3/10/2026), aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh para PNS ini terjadi pada Selasa (29/9) kemarin. Serikat pekerja mengatakan sekitar 300.000 orang ikut serta dalam aksi mogok satu hari di seluruh negeri tersebut.

Kementerian Pendidikan mengatakan lebih dari 11% guru dan staf sekolah lainnya ikut mogok kerja. Guru-guru di Prancis rata-rata dibayar lebih rendah daripada rekan-rekan mereka di negara-negara Eropa lainnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Secara umum sedikitnya kurang dari 1 per 10 PNS lainnya ikut serta, dan jumlah peserta demonstrasi ini lebih sedikit untuk para pekerja di rumah sakit. Jumlah PNS yang demo ini tergolong cukup terbatas karena terancam kehilangan gaji satu hari.

ADVERTISEMENT

Menurut serikat pekerja, pemerintah mengusulkan menahan gaji pokok PNS 2027 demi menghemat 2 miliar euro atau Rp 40,26 triliun (kurs Rp 20.130). Ini akan menjadi pembekuan upah tahunan keempat berturut-turut dan yang kedelapan selama masa jabatan Presiden Emmanuel Macron.

Serikat pekerja mengatakan kebijakan pembekuan upah tersebut telah mengurangi daya beli pekerja hingga dua digit, sehingga mereka turut menuntut kenaikan upah 6%.

"Kemarahan ini tidak akan hilang. Pemerintah harus meninjau kembali anggaran tersebut," kata Sophie Binet selaku sekretaris jenderal Konfederasi Umum Buruh.

Demonstrasi Terus Berlanjut

Meski aksi demonstrasi yang dilakukan oleh PNS hanya berlangsung satu hari, banyak siswa dan mahasiswa di Prancis terus turun ke jalan untuk menyuarakan penolakan mereka atas rendahnya rencana anggaran pendidikan pada tahun fiskal mendatang.

Berdasarkan laporan DW, lebih dari 400 sekolah dan perguruan tinggi di seluruh Prancis tutup pada Jumat (2/10) waktu setempat karena protes mahasiswa terkait pendidikan terus berlanjut. Beberapa aksi di antaranya berubah ricuh yang disertai penangkapan hingga mendorong pembakaran.

Sekitar 400 sekolah atau perguruan tinggi yang ditutup rusak di tengah demonstrasi, salah satu yang paling parah dampaknya adalah Lycee (tingkat sekolah menengah atas di Prancis) Mandela di Nantes, yang diperkirakan tutup hingga pertengahan Oktober setelah kebakaran di aula masuk.

Para siswa dan mahasiswa ini melakukan aksi protes atas kondisi kekurangan guru, bangunan sekolah yang bobrok, dan kurangnya bahan ajar. Menurut Menteri Pendidikan Prancis, Edouard Geffray, polisi telah menangkap 2.000 orang dan puluhan orang terluka, termasuk 40 kepala sekolah menengah atas.

Lebih lanjut, kebakaran terjadi di dua sekolah menengah atas pada Kamis (1/10). Sementara para guru dilaporkan secara tidak sengaja terkena bensin di sekolah ketiga di kota Marseille.

Kemudian satu mobil dibakar di kota Strasbourg. Sementara polisi anti huru hara bentrok dengan para pemuda di Toulouse.

Di wilayah tenggara Auvergne-Rhone-Alpes, pihak berwenang mengklaim bahwa kerusakan telah terjadi di wilayah yurisdiksi mereka saja telah menimbulkan kerugian 25 juta euro atau Rp 503,25 miliar. Wilayah Ile de France yang meliputi Paris memperkirakan kerusakan sekitar 7 juta euro atau Rp 140,91 miliar.

Halaman 3 dari 2
(igo/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads