"Pencapaian Cape Verde terhadap WTO adalah tanda lain dari kepercayaan terhadap lembaga ini dan juga sistem perdagangan multilateral," ujar Dirjen WTO, Pascal Lamy seperti dikutip dari AFP, Rabu (19/12/2007).
Lamy menyatakan, dengan masuknya Cape Verde berarti WTO semakin dekat menuju keanggotaan yang universal.
Cape Verde merupakan sebuah negara miskin di Afrika dengan penduduk sekitar 400 ribu jiwa. Bekas jajahan Portugis itu memiliki produk unggulan garam, pisang dan produk perikanan.
Jika sebuah negara meratifikasi pakta WTO, yang diperkirakan paling lambat pada Juni, maka keanggotaan secara penuh bisa diperoleh sebulan kemudian.
(qom/ddn)










































