Ekonomi RI Lebih Aman dari China

Ekonomi RI Lebih Aman dari China

- detikFinance
Rabu, 19 Des 2007 12:09 WIB
Jakarta - Meski harga-harga komoditi cenderung melandai tahun 2008, namun perekonomian Indonesia relatif lebih aman dibanding China.

Alasannya, ketergantungan ekspor Indonesia pada Amerika saat ini, relatif lebih kecil dibandingkan dengan China.

Hal tersebut disampaikan oleh Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Miranda Goeltom, dalam acara 'Investor Awards' di Hotel Ritz Carlton, Kawasan Niaga Sudirman, Jakarta, Selasa malam (19/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Berbeda dengan China dan Vietnam misalnya, ketergantungan ekspor Indonesia pada AS saat ini sudah lebih kecil. Oleh karena itu, meskipun harga komoditi tahun depan cenderung melandai, ekspor kita akan tetap cukup kuat," kata Miranda.

Menurut Miranda, perlambatan ekspor dunia sebagai dampak perlambatan ekonomi dunia, masih bisa dihindari.

Hal itu disebabkan beberapa komoditi ekspor Indonesia, terindikasi kurang elastis terhadap perubahan-perubahan ekonomi dunia.

"Negara tujuan ekspor kita sudah lebih terdiversifikasi, sehingga perlambatan ekonomi dunia tidak akan terlalu berpengaruh bagi Indonesia," ujar Miranda.

Surplus Perdagangan Menipis

Di satu sisi, lanjut Miranda, dengan melihat perkiraan investasi yang akan meningkat di tahun 2008, impor juga akan sedikit meningkat.

Oleh sebab itu, surplus perdagangan Indonesia tahun depan diperkirakan akan lebih kecil dibandingkan dengan tahun 2007 ini.

"Namun, secara sektoral, perekonomian kita akan lebih variatif. Tidak hanya bergantung pada perdagangan, restoran, hotel, transportasi dan telekomunikasi. Industri lainnya juga akan meningkat," kata Miranda.Β 
(dro/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads