Anggaran BGN Dipangkas Jadi Rp 229 T

Anggaran BGN Dipangkas Jadi Rp 229 T

Ilyas Fadilah - detikFinance
Jumat, 09 Okt 2026 14:28 WIB
Suasana kantor Badan Gizi Nasional (BGN) tampak dijaga ketat saat Kejaksaan Agung melakukan penggeledahan pada Rabu (3/6/2026). Penggeledahan tersebut dilakukan oleh penyidik Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) terkait penyidikan
Gedung BGN/Foto: Gilang Faturahman/detikfoto
Jakarta -

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan anggaran Badan Gizi Nasional (BGN) mengalami efisiensi sekitar Rp 38 triliun. Dengan demikian, pagu anggaran efektif BGN saat ini menjadi Rp 229 triliun.

Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Sudarto mengatakan anggaran BGN pada awal tahun ditetapkan sebesar Rp 268 triliun dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA). Namun, jumlah tersebut mengalami penyesuaian seiring dengan kebijakan efisiensi anggaran.

"Pada awal tahun DIPA, pagu anggaran dari BGN itu Rp 268 triliun. Saat ini pagu efektifnya menjadi Rp 229 triliun, jadi sekitar Rp 38 triliun sudah menjadi efisiensi," kata Sudarto dalam konferensi pers APBN KiTA di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Jumat (9/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sudarto menegaskan pemerintah tetap mendukung berbagai langkah perbaikan yang dilakukan BGN. Menurutnya, fokus pemerintah bukan sekadar menghemat anggaran, melainkan memastikan program yang dijalankan BGN dapat mencapai target dan memberikan hasil sesuai harapan.

ADVERTISEMENT

"Namun seperti disampaikan oleh Pak Menteri tadi, bahwa kita sangat-sangat mendukung langkah-langkah perbaikan yang dilakukan terus oleh BGN, dan tentunya fokusnya tidak sekedar efisiensi, tapi lebih ke arah bagaimana program perbaikan yang sangat baik tersebut bisa mencapai target dan outcome yang diharapkan," bebernya.

Realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah mencapai Rp 153,2 triliun hingga akhir September 2026. Program tersebut juga telah menjangkau 57 juta penerima manfaat.

"Khusus program Makan Bergizi Gratis, misalnya kalau ditanya nih 57 juta penerima, akhir September, Rp 153,2 triliun," ujar Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers tersebut.

Saksikan Live DetikSore:

(ily/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads