Gerakan Tanam Pohon Picu Kenaikan Harga Bibit

Gerakan Tanam Pohon Picu Kenaikan Harga Bibit

- detikFinance
Sabtu, 22 Des 2007 12:15 WIB
Tangerang - Demam isu pemanasan global turut membawa berkah bagi penjual tanaman. Kembali maraknya gerakan menanam pohon belakangan ini berakibat pada kenaikan harga bibit pohon.

Demikian disampaikan Dirut Angkasa Pura II Edie Haryoto dalam pencanangan "Hutan Raya Bandara Soekarno-Hatta", di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Sabtu (22/12/2007).

"Salah satu indikasi bahwa gerakan ini cukup berhasil adalah kenaikan harga bibit pohon belakangan ini," ujar Edie.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi hal tersebut Menneg BUMN Sofyan Djalil menyatakan, kenaikan harga bibit pohon merupakan hal yang wajar. Meningkatnya harga bibit tersebut terkait masalah ketersediaan dan permintaan (supply and demand) atas bibit pohon.

"Itu kan cuma masalah supply-demand saja. Saat ini demand-nya jauh lebih banyak dari supply-nya, sebagai dampak gerakan ini. Namun, seiring berkembangnya gerakan ini, saya kira bisnis bibit pohon juga akan meningkat, sehingga supply akan dapat mengimbangi demand," jelas Sofyan.

Program penanaman pohon di Bandara Soekarno-Hatta ini merupakan rangkaian dari kegiatan serupa yang dilakukan BUMN dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI). Program ini dilakukan di areal seluas 25 hektar dengan penanaman secara simbolis 1.500 pohon, dari target 1 juta pohon.

"25 Hektar merupakan langkah awal mewujudkan hutan raya bandara di areal 1.600 hektar," kata Edie.

Ke depannya, kegiatan serupa akan dilakukan di lokasi lain. Beberapa pekan lalu Jasa Marga dan ILUNI UI juga melakukan penanaman pohon di ruas tol Cipularang.

"Atas kerjasama dengan Angkasa Pura II dan ILUNI UI, hari ini kita memulai gerakan penanaman areal bandara. Tidak hanya di sini. Dua minggu lagi kita akan adakan di lokasi lain," kata Sofyan. (dro/ard)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads