Demikian disampaikan Dirut Angkasa Pura II Edie Haryoto dalam pencanangan "Hutan Raya Bandara Soekarno-Hatta", di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten, Sabtu (22/12/2007).
"Salah satu indikasi bahwa gerakan ini cukup berhasil adalah kenaikan harga bibit pohon belakangan ini," ujar Edie.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu kan cuma masalah supply-demand saja. Saat ini demand-nya jauh lebih banyak dari supply-nya, sebagai dampak gerakan ini. Namun, seiring berkembangnya gerakan ini, saya kira bisnis bibit pohon juga akan meningkat, sehingga supply akan dapat mengimbangi demand," jelas Sofyan.
Program penanaman pohon di Bandara Soekarno-Hatta ini merupakan rangkaian dari kegiatan serupa yang dilakukan BUMN dan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI). Program ini dilakukan di areal seluas 25 hektar dengan penanaman secara simbolis 1.500 pohon, dari target 1 juta pohon.
"25 Hektar merupakan langkah awal mewujudkan hutan raya bandara di areal 1.600 hektar," kata Edie.
Ke depannya, kegiatan serupa akan dilakukan di lokasi lain. Beberapa pekan lalu Jasa Marga dan ILUNI UI juga melakukan penanaman pohon di ruas tol Cipularang.
"Atas kerjasama dengan Angkasa Pura II dan ILUNI UI, hari ini kita memulai gerakan penanaman areal bandara. Tidak hanya di sini. Dua minggu lagi kita akan adakan di lokasi lain," kata Sofyan. (dro/ard)











































