Awas, Window Dressing dalam Kebijakan Ekonomi 2008

Awas, Window Dressing dalam Kebijakan Ekonomi 2008

- detikFinance
Minggu, 23 Des 2007 12:59 WIB
Jakarta - Kondisi perekonomian tahun depan diperkirakan akan mengalami  gangguan akibat perlambatan ekonomi global. Namun faktor negatif juga muncul dari dalam negeri, yakni persiapan pelaksanaan pemilu 2009.

Kebijakan di bidang ekonomi pada tahun 2008 dikhawatirkan hanya bersifat untuk mempercantik kinerja anggaran (window dressing) dalam rangka menghadapi pemilu 2009.

Hal tersebut disampaikan anggota Komisi XI DPR Rama Pratama kepada detikFinance, Minggu (23/12/2007).

"Iklim politik menjelang pemilu dan pilpres 2009 bisa mempengaruhi pemerintah sehingga kebijakan-kebijakan yang diambil nantinya diperkirakan hanya akan bersifat window dressing," ujarnya

Menurutnya dengan kondisi pertumbuhan yang lemah pengaruhnya terhadap indikator mikroekonomi, pemerintah di tahun 2008 harus membuat terobosan kebijakan yang disertai komitmen untuk kemajuan sektor riil.

"Jika tidak ada keberpihakan yang tegas terhadap kemajuan sektor riil, perekonomian tahun 2008 hanya akan berjalan secara business as usual," ujarnya.

Sementara itu untuk tahun 2007, Rama menilai meski pertumbuhan ekonomi akan bisa mencapai target APBN-P 2007 sebesar 6,3%, perbaikan ekonomi yang terjadi selama tahun 2007 hanya menyentuh level permukaan.

Indikator makroekonomi memang terjaga, namun pengaruhnya lemah terhadap indikator mikroekonomi. Ia menunjukkan contoh angka pengangguran yang secara teori setiap pertumbuhan 1% akan membuka 200.000 lapangan kerja baru, yang artinya tahun ini seharusnya terserap 1,2 juta pengangguran ke dunia kerja.

"Namun karena setiap tahun kita berhadapan dengan 2,5 juta pasokan tenaga kerja baru, maka masalah pengangguran masih tetap mengkhawatirkan," ujarnya.
(ddn/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads