Adidas Gugat Brand Ini Gara-gara Desain

Adidas Gugat Brand Ini Gara-gara Desain

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Minggu, 11 Okt 2026 11:30 WIB
06 March 2025, Bavaria, Nuremberg: The logo of the sporting goods manufacturer Adidas can be seen on the facade of a sportswear store of the brand, a so-called Adidas Store, in the city center of Nuremberg (Bavaria) on March 6, 2025. Adidas AG is an
Foto: dpa/picture alliance via Getty I/picture alliance
Jakarta -

Adidas mengajukan gugatan terhadap merek fesyen populer asal Australia, White Fox Boutique. Adidas menuduh White Fox menjual dan mempromosikan pakaian dengan desain yang sangat mirip dengan desain tiga garis legendarisnya.

White Fox merilis beberapa artikel fesyen dengan desain empat garis yang menurut Adidas sangat mirip dan dapat menyesatkan konsumen jika dibandingkan dengan desain tiga garis miliknya

Dilansir dari CNN, Minggu (11/10/2026), laporan media lokal Australia 7News menyebutkan dalam dokumen gugatan yang didaftarkan di Pengadilan Federal Australia pada 18 September 2026, Adidas menyatakan telah berulang kali meminta White Fox untuk menghentikan penjualan pakaian tersebut sepanjang tahun 2026, namun semua permintaan itu ditolak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

White Fox berbasis di Sydney, diluncurkan pada tahun 2013. Merek tersebut cukup populer di kalangan remaja dan kaum muda berusia 20-an di Australia, Amerika Serikat, dan Inggris saat ini. White Fox memiliki lebih dari 2,7 juta pengikut di Instagram.

ADVERTISEMENT

Saat berbicara di pengadilan di Sydney pada hari Jumat, Patrick Flynn selaku kuasa hukum Adidas menduga White Fox telah mencantumkan desain empat garis pada produk-produknya selama berbulan-bulan.

Flynn juga menyoroti materi promosi yang disebarkan oleh White Fox, dalam materi itu seringkali peraga busana memadukan busana garis empat White Fox dengan sepatu Adidas asli dengan desain tiga garis.

Dia memperlihatkan kepada pengadilan sebuah foto iklan yang menampilkan seorang influencer mengenakan pakaian White Fox yang dipadukan dengan sepatu Adidas untuk menunjukkan bagaimana kedekatan tampilan produk tersebut dapat membingungkan pembeli.

"Ada niat untuk memanfaatkan reputasi kami," ujar Flynn dalam kesaksiannya.

Kuasa hukum White Fox sendiri membantah semua tuduhan tersebut. Mereka berargumen merek fesyen cepat lainnya, termasuk Princess Polly, Glassons, dan Shein, juga memilih menggunakan desain empat garis dan tidak dipermasalahkan.

"Jelas sekali Adidas memiliki reputasi. Slogan mereka sendiri menyebutkan bahwa mereka adalah merek dengan tiga garis. Penekanannya ada pada angka tiga," kata Pengacara White Fox, Ed Heerey saat bersaksi di pengadilan.

Adidas sendiri telah memegang hak merek dagang atas desain tiga garis di Australia sejak tahun 1957, menurut catatan pemerintah Australia. Pada tahun 2013, perusahaan tersebut berhasil memenangkan gugatan terhadap Pacific Brands, sebuah perusahaan barang konsumen dan pakaian asal Australia, karena menjual sepatu dengan desain empat garis.

(acd/acd)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads