Kapasitas industri penerbangan memang meningkat seiring maraknya pemesanan pesawat berukuran jumbo, namun pengurangan karyawan akan mempengaruhi industri ini pada tahun depan.
"Perlambatan itu diperkirakan mulai terlihat pada awal tahun 2008, ketika krisis kredit dan harga minyak yang tinggi mengganggu konsumen industri penerbangan," lapor lembaga konsultan Centre for Asia Pacific Aviation seperti dikutip AFP, Minggu (23/12/2007).
Lembaga itu meyakini efek dari krisis kredit yang telah menghantam di Amerika Serikat dan Eropa itu tinggal menunggu waktu saja untuk mempengaruhi ekonomi di Asia.
Asia saat ini merupakan lahan rebutan bagi 2 produsen pesawat yakni Airbus dan Boeing, untuk penjualan pesawat baru mereka. Di kawasan ini, maskapai penerbangan banyak yang memesan pesawat baru dari 2 produsen itu.
(ddn/ddn)











































