tangkap memang akan menurun, tetapi ditahan oleh kenaikan harga ikan hasil budidaya.
Demikian dijelaskan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ikan Departemen Kelautan
dan Perikanan Martani Huseini ketika dihubungi detikFinance, Rabu (26/12/2007).
"Ikan hasil tangkap memang akan turun, tapi yang hasil budidaya akan menyeimbangkan," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Genangan air menuju lokasi bongkar muat hasil tangkapan membuat ikan-ikan yang sudah ditangkap harus menunggu cukup lama untuk diangkut. Akhirnya, kualitas ikan pun menurun karena tidak segar lagi begitu sampai di konsumen.
"Jalan menuju lokasi pelabuhan banjir pada siang hari, jadi mobil yang mau ambil ikan tidak bisa masuk. Tapi kalau sudah malam, normal lagi. Jadi memang ada keterlambatan, sehingga mutu ikannya tidak segar lagi. Memang ada sedikit gangguan sekitar 4-6 jam," kata Dirjen Perikanan Tangkap Ali Supardan ketika dihubungi detikFinance.
Sementara, Martani menjelaskan, ikan budidaya kini merebak dimana-mana karena
potensi pasar ekspor yang masih terbuka lebar.
Banjir dan air pasang kebanyakan melanda Indonesia bagian Barat. Ini membuat hasil
tangkap daerah ini menurun sehingga pasokan untuk memenuhi kebutuhan ikan pun
didatangkan dari Indonesia bagian Timur.
"Karena pasokan ikan saat ini di Timur justru sedang membludak," tambah Martani
Produksi ikan hasil tangkap nasional tahun ini mencapai 4,94 juta ton. Terdiri dari
tangkapan laut sebanyak 4,64 juta ton dan perairan umum 300 ribu ton. "Pada 2008 mungkin produksinya naik sekitar 3 persen," tambah Ali.Β
(lih/ir)











































