Minyak Tembus US$ 100 di 2008

Minyak Tembus US$ 100 di 2008

- detikFinance
Kamis, 27 Des 2007 09:14 WIB
New York, - Harga minyak dunia diperkirakan bakal menembus US$ 100 per barel di tahun 2008 setelah pada tahun 2007 nyaris mendekati level tersebut. Harga minyak pada 21 November lalu yang berada di posisi US$ 99,29 per barel merupakan rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Sejumlah analis energi seperti dikutip AFP, Kamis (27/12/2007) memprediksi level US$ 100 per barel akan menjadi kenyataan terlebih ekonomi tahun depan diprediksi melambat.

Tingginya harga minyak ini tentu saja akan memukul konsumen namun disisi lain mendatangkan keuntungan yang berganda bagi negara-negara petrodolar yang menjadi eksportir minyak.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Padahal harga minyak pada Januari 2007 masih di bawah US$ 50 per barel, namun di akhir tahun hampir menembus angka dobelnya.

Analis dari Goldman Sachs memprediksi harga minyak tahun depan bisa menembus US$ 105 per barel.

"Pada awal tahun ini orang tidak akan pernah bermimpi bahwa harga sudah akan mencapai level yang begitu tinggi seperti saat ini," kata analis minyak Leo Drollas.

Semula Goldman Sachs memprediksi harga rata-rata minyak US$ 95 per barel namun direvisi menjadi US$ 105 di tahun 2008.

Sementara Centre for Global Energy Studies (CGES) yang berbasis di London memprediksi harga rata-rata minyak dunia mencapai US$ 90 per barel pada enam bulan pertama tahun 2008. Namun level US$ 100 per barel tahun 2008 diperkirakan sangat mungkin terjadi.

Ada tiga alasan kenapa harga minyak tahun depan bisa menembus US$ 100 per barel yakni masuknya musim dingin di awal tahun, suplai minyak OPEC yang begitu ketat dan pasokan dari negara non OPEC yang sulit diprediksi.

Pasar kini berharap OPEC yang menjadi salah satu penentu untuk menurunkan harga minyak bisa melakukan kebijakan penambahan suplai. Namun OPEC yang memegang peranan penting untuk membawa harga minyak menurun sudah mengatakan tidak akan menambah produksinya.

Sementara harga minyak pada perdagangan di New York, Rabu (26/12/2007) jenis light sweet crude untuk pengiriman bulan Februari naik US$ 1,84 menjadi US$ 95,97 per barel. Sedangkan di pasar London minyak jenis Brent North Sea untuk pengiriman Februari naik US$ 1,24 menjadi US$ 93,94 per barel. Harga minyak naik karena serangan pemerintah Turki terhadap suku Kurdi di utara Irak.
(ir/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads