Namun Pertamina menegaskan eskpor hanya dilakukan jika program konversi minyak tanah (minah) ke elpiji pada tahun 2008 berjalan lancar
VP BBM Ritel Pertamina Djelani Sutomo menjelaskan, volume 500.000 kiloliter itu merupakan produksi kilang-kilang Pertamina dalam setahun.
"Tapi kan kita harus lihat perkembangan program konversinya, kita akan evaluasi setiap bulan," katanya di sela-sela penyerahan penugasan Pertamina sebagai penyalur BBM aula BPH Migas, Jalan Kapten P. Tendean, Jakarta, Kamis (27/12/2007).
Sejauh ini, beberapa kilang Pertamina yang sudah memproduksi minyak tanah antara lain Cilacap, Balikpapan, dan Dumai. Dan beberapa kilang yang akan dimodifikasi untuk juga memproduksi minyak tanah adalah Balongan dan Plaju.
Rencananya program konversi minyak tanah ke elpiji 2008 akan menarik 2 juta kilo liter minyak tanah untuk digantikan sekitar 1 juta ton elpiji.
Dari 2 juta kilo liter minyak tanah yang ditarik itu, sebagian untuk menutup impor selama ini dan 500 ribu kilo liter sisanya bisa diekspor.
Menurut Djaelani, sebenarnya sudah pernah ada pemasar dari Singapura yang berniat membeli minyak tanah dari Pertamina. Tapi karena program konversi tahun ini tidak berjalan lancar, maka kebutuhan minyak tanah domestik pun belum bisa berkurang signifikan.
(lih/ddn)











































