Hal tersebut disampaikan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam jumpa pers mengenai penunjukkan Pertamina sebagai penyalur BBM PSO di aula BPH Migas, Jalan Kapten P Tendean, Jakarta, Kamis (27/12/2007).
"Dengan kondisi harga minyak Indonesia yang tidak seperti dikhawatirkan, dan defisit APBN yang lebih rendah, belum ada langkah drastis yang dibutuhkan. Kalau dulu kan rencana pengalihan muncul karena dikhawatirkan harga minyak Indonesia mencapai 100 dolar, tapi kan sekarang kan tidak sampai segitu," ujarnya.
Pemerintah sebelumnya berencana menerapkan pengalihan premium dari premium bersubsidi oktan 88 ke premium real octane number (RON) 90 pada awal tahun depan. Tahap pertama akan diterapkan di wilayah Jabotabek dan menyusul ke wilayah lain.
(ddn/ir)











































