Pengalihan Premium Subsidi Kemungkinan Dibatalkan

Pengalihan Premium Subsidi Kemungkinan Dibatalkan

- detikFinance
Kamis, 27 Des 2007 15:42 WIB
Jakarta - Rencana pengalihan premium bersubsidi ke Real Octane Number (RON) 90 kemungkinan akan batal. Kalangan DPR menilai rencana itu adalah kebijakan yang panik dalam menyikapi kenaikan harga minyak dunia.

"Saya sudah bertemu dengan Menteri ESDM menurut menteri pembatalan itu sudah dinyatakan Presiden pada acara pelantikan Taruna Akpol di Semarang (pekan lalu)," ujar Anggota Komisi XI DPR DPR Ramson Siagian dalam acara diskusi bertajuk 'kebijakan pembatasan premium' yang digelar Forum Wartawan Wapres di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (27/12/2007).

Pemerintah, menurut Ramson sadar harga minyak tidak akan melebihi US$ 100 per barel pada 2008 nanti. "Ada masalah fundamental mengenai supply dan demand, dan kebijakan itu dikeluarkan atas asumsi pemerintah yang panik, bahwa harga minyak akan menembus US$ 100 per barel," ujarnya.

Dia menilai harga minyak tidak akan menyentuh US$ 100 dolar. Jika itu terjadi akan merugikan sektor industri di Indonesia. "Pada 2007 saja harganya enggak ada yang persis di level US$100 per barel," ujarnya.

Staf Ahli Dirut Pertamina Sudirman Said menambahkan pada dasarnya Pertamina selalu siap apakah pemerintah akan melaksanakan kebeijakan itu atau tidak. "Kebijakan ini tidak menguntungkan Pertamina malah membebani Pertamina, " ujarnya.

Sudirman mengaku belum mengetahui rencana pembatalan itu. Rencananya pemerintah dan Pertamina akan bertemu pada Januari mendatang untuk membahas mengenai kebijakan pembatasan premium. "Apapun keputusannya Pertamina siap saja," ujarnya.
(ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads