Demikian disampaikan oleh Wakil Presiden Direktur Semen Gresik Rudiantara kepada
wartawan di sebuah restoran di kawasan Kuningan, Jakarta, Kamis (27/12/2007).
"Di Jakarta konsumsi menurun atau negatif karena pembangunan hanya tinggal
finishing, sementara yang tertinggi di Jawa adalah di Yogyakarta sebesar 28,6%Β karena pembangunan usai gempa," jelasnya.
Di tahun ini, Rudi mengatakan bahwa pertumbuhan industri semen sebesar 7 persen
disetir oleh 2 faktor, yaitu pertumbuhan bisnis mortgage di tengah situasi suku bunga yang terus menurun dan adanya otonomi daerah dimana daerah diberi keleluasaan untuk pembangunan.
"Sampai November total konsumsi semen nasional adalah 31 juta ton, di 2008 kedua
faktor tadi tetap menjadi driver," jelasnya.
Dikatakannya bahwa di 2008 harga minyak tidak akan berpengaruh besar terhadap harga semen. Karena 90 hingga 95 persen semen dipengaruhi oleh harga batubara, sementara minyak hanya 1 hingga 2 persen.
"Karena itu kami men-secure batubara untuk keperluan pabrik yang sampai saat ini
sudah ter-secure sebesar 30 persen, dan di 2008 akan kami tingkatkan menjadi 60-70
persen dari kebutuhan pabrik sebesar 2,4 juta ton," jelasnya.
Sementara untuk kebutuhan batubara pembangkit listriknya, saat ini perseroan tengah
menjajaki MoU dengan sebuah perusahaan batubara besar di dalam negeri. (dnl/ir)











































