Muncul Tudingan Manuver Asing Soal MSCI di Dua Tahun Era Prabowo-Gibran

detikSore

Muncul Tudingan Manuver Asing Soal MSCI di Dua Tahun Era Prabowo-Gibran

20detik Signature - detikFinance
Rabu, 21 Okt 2026 14:46 WIB
Ada Singapura di Balik Ancaman MSCI?
Foto: irsyad
Jakarta -

Di tengah ingar-bingar rilis rapor kepuasan publik terhadap tahun kedua kepemimpinan Prabowo Gibran, sejumlah pihak tengah gelisah akibat turunnya level IHSG ke level terendah sejak Covid-19. Hal ini tentu saja menjadi catatan khusus terhadap respons pemerintah dalam menanggapi kondisi ini.

Namun saat masyarakat masih menganalisis alasan ultimatum MSCI untuk menurunkan status IHSG pekan lalu, muncul gebrakan dari eks Menteri Perdagangan RI era SBY dan Jokowi, Muhammad Luthfi. Mengutip detikFinance, Luthfi menuding adanya campur tangan Singapura terhadap keputusan MSCI untuk menurunkan status IHSG ke level Standalone Market.

Luthfi menyebut, Singapura menekan MSCI melalui Government of Singapore Investment Corporation (GIC) untuk menurunkan status pasar modal Indonesia agar muncul kepanikan di pasar saham. Muaranya, investor asing bisa kembali membeli saham Indonesia dengan harga murah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Lalu, kenapa Singapura lewat institusi raksasa mereka seperti Temasek dan GIC yang punya pengaruh besar di MSCI begitu ngotot menekan Indonesia? Bahkan saya dapat kabar langsung di dalam, Rachel Goh di GIC yang marah-marah dan menekan MSCI supaya peringkat Indonesia diturunkan," ujar Luthfi dikutip detikFinance dari Instagram pribadinya, Selasa (20/10/2026).

Selain itu, Luthfi juga mengatakan jika transparansi kepemilikan saham yang dipersoalkan MSCI hanyalah alasan belaka. Seperti dikutip detikFinance, Luthfi menyebut jika penurunan status ini karena ada kepentingan investor asing.

ADVERTISEMENT

Tudingan ini kemudian disanggah oleh BEI. Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik meyakini jika MSCI bekerja secara independen. Tidak menanggapi lebih dalam soal pernyataan Luthfi, ia menyebut jika saat ini BEI memilih fokus pada langkah-langkah teknis untuk memperbaiki pasar modal Indonesia.

"Kami akan sangat fokus kepada hal teknis dan kami selalu meyakini dan tetap percaya bahwa global index provider selalu independen," ujar Jeffrey saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Setali tiga uang dengan Jeffery, Bos OJK, Friderica Widyasari Dewi menyebut jika pihaknya akan fokus bekerja dan tidak menggubris pernyataan eks menteri Luthfi. Perempuan dengan nama akrab Kiki tersebut bahkan telah berkoordinasi dengan Presiden Prabowo soal hasil reformasi IHSG untuk merebut kembali hati MSCI.

Di luar polemik mengenai dugaan campur tangan asing, ancaman perubahan klasifikasi pasar modal Indonesia oleh MSCI juga membawa persoalan yang lebih mendasar bagi pemerintah. Sorotan terhadap transparansi kepemilikan saham dan praktik perdagangan bukan hanya menyangkut penilaian lembaga indeks global, melainkan juga kemampuan regulator domestik memastikan pasar berjalan secara transparan dan kredibel.

Bagi pemerintahan Prabowo-Gibran yang sudah melewati tahun kedua, situasi ini menjadi ujian tersendiri. Seperti diketahui, Prabowo belakangan tengah melakukan bongkar-pasang kabinet untuk memperbaiki ekonomi.

Seperti diketahui, dalam masa ini, pemerintahan Prabowo-Gibran masih dihadapkan pada tantangan untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi. faktor penting untuk menjaga arus modal dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Lalu apakah gejolak ini hanya merupakan persoalan teknis pasar modal, atau sudah menyentuh kredibilitas kebijakan ekonomi dan institusi Indonesia di mata investor dan bermuara pada hambatan pertumbuhan ekonomi? Ikuti diskusinya bersama Ekonom Senior INDEF, Tauhid Ahmad.


Beralih ke Sumatera, Bareskrim Polri telah menetapkan dan menangkap lima orang tersangka dalam perkara gangguan sistem kelistrikan yang menyebabkan blackout di Batam dan Pulau Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), pada beberapa waktu lalu. Lima tersangka tersebut terdiri dari empat petugas PT PLN Batam dan satu orang kontraktor.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Moh Irhamni mengatakan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan, mengumpulkan barang bukti, serta menggelar perkara.

"Sebanyak lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini, dengan dugaan peran unsur kelalaian yang dilakukan oleh empat orang dari petugas PT PLN Batam dengan inisial RB, ZR, DA, AWD dan satu orang pihak luar, yaitu kontraktor inisial AEP," kata Irhamni di Polda Jepri, Selasa (20/10/2026).

Lalu, bagaimana proses penetapan tersangka ini? Bukti-bukti apa saja yang digunakan? Berapa kerugian negara akibat kejadian blackout di Batam? Simak laporang lengkapnya bersama jurnalis detikSumut dalam segmen Berita Nusantara.

Membahas topik keuangan, Sunsetalk detikSore akan menelisik bagaimana seseorang perlu mencari taktik agar tetap dapat berinvestasi meski dengan kondisi keuangan yang pas-pasan. Punya pekerjaan dan penghasilan sendiri ternyata belum tentu membuat anak muda merasa aman secara finansial. Biaya hidup terus menyita pendapatan, sementara kebutuhan untuk menyiapkan masa depan, atau sekadar memiliki tabungan yang cukup terasa makin sulit dikejar.

Di media sosial, investasi kerap ditampilkan sebagai jalan untuk mempercepat pencapaian finansial. Ada yang memamerkan keuntungan, ada pula yang mengaku bisa menghasilkan uang dari pasar modal. Tak heran jika investasi makin menarik perhatian anak muda, bahkan ketika ruang keuangan mereka sebenarnya terbatas.
Lalu apakah di tengah tekanan ekonomi dan banjir cerita sukses di media sosial, anak muda justru semakin mudah tergoda mengambil risiko yang belum mereka pahami? Jika uang yang tersisa saja pas-pasan, apakah investasi masih realistis untuk dimulai? Ikuti diskusinya dalam detikSore.

Simak berita terbaru dan menarik detikcom lainnya dalam detikSore. detikSore, Nggak Cuma Hore-hore!

(vys/gub)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads