Pembunuhan tersebut menyebabkan harga-harga komoditas yang selama ini sangat sensitif terhadap faktor geopolitik kembali melambung.
Pasar juga merespons negatif penurunan cadangan minyak di AS. Harga minyak di pasar berjangka New York jenis light sweet untuk antaran Februari naik 65 sen menjadi US$ 96,62 per barel. Sedangkan di London jenis minyak Brent North Sea naik 84 sen menjadi US$ 94,78 per barel.
Kecemasan pasar bertambah karena selain pertikaian Turki dan Kurdi Irak, kerusuhan di Pakistan juga akan meningkat suhu geopolitik di sejumlah kawasan.
Seperti dikutip dari AFP, Jumat (28/12/2007), meski Pakistan bukan merupakan negara penting pengekspor minyak, tapi menurut analis masalah di Pakistan tetap akan memberikan imbas geopolitik.
Sementara harga emas juga meningkat hingga ke level US$ 830,05 per ounce yang tertinggi sejak 26 November 2007. Harga emas tahun ini telah naik 30%.
Emas dan minyak dianggap sebagai pilihan investasi yang aman karena ekonomi AS sedang lesu.
(ir/qom)











































