Prabowo: Ada Negara yang Mengolok-olok Kita, Padahal Perusahaan Mereka di Sini!

Prabowo: Ada Negara yang Mengolok-olok Kita, Padahal Perusahaan Mereka di Sini!

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2026 16:51 WIB
Presiden Prabowo Subianto (tengah) didampingi (kiri ke kanan) Sekjen PKS Muhammad Kholid, Waketum Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin, Ketua DPR Puan Maharani, Ketua MPR Ahmad Muzani, Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Ketum Partai Golkar Bahlil Lahadalia, Ketum PKB Muhaimin Iskandar, Ketum PAN Zulkifli Hasan dan Ketum Partai NasDem Surya Paloh menyampaikan keterangan pers di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (31/8/2025). Prabowo menegaskan negara menjamin dan menghormati hak setiap warga dalam mengemukakan pendapat serta meminta aparat TNI dan Polri untuk bersikap tegas dalam menindak massa anarkis yang merusak fasilitas umum, tindakan penjarahan, hingga upaya makar. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/sgd/bar
Foto: ANTARA FOTO/Galih Pradipta
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menyatakan saat ini beberapa negara mengolok-olok Indonesia. Hal itu buntut kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi hingga asapnya berdampak ke negara tetangga.

Prabowo mengatakan negara yang mengolok-olok itu padahal perusahaannya beroperasi di Indonesia dan dinilai harus ikut bertanggung jawab atas karhutla yang terjadi.

"Kita bertanggung jawab, tapi kita juga ada beberapa negara yang mengolok-olok kita, menghina dan sebagainya ya kan, padahal banyak yang bertanggung jawab perusahaan-perusahaan mereka yang di sini. Nanti pada saatnya kita umumkan lah nama-nama itu," kata Prabowo dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD), Kamis (22/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Prabowo menyebut karhutla di Indonesia banyak campur tangan perusahaan asing. Mereka diminta untuk ikut bertanggung jawab.

"Kita perlu waspada, kebakaran hutan ternyata ada indikasi-indikasi banyak perusahaan asing yang ikut harus bertanggung jawab," ucap Prabowo.

ADVERTISEMENT

Prabowo mengaku kaget ada perusahaan yang sudah berkali-kali melanggar aturan hingga 19 kali masih diberikan konsesi. Ke depan, ia mau pihak yang sudah dua kali melanggar langsung dicabut izinnya.

"Dikasih konsesi sudah belasan tahun, ada yang melanggar 3 kali, 4 kali. Melanggar 3 kali, 4 kali, ada yang belasan kali, ada yang 19 kali melanggar. Ini menurut saya sudah nggak usah lagi lah, kalau 2 kali melanggar cabut aja," ucap Prabowo.

Tonton juga video "Prabowo: Elit Kita Terkotak-kotak, Mungkin Bersumber dari Pendidikan"

(aid/fdl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads