Prabowo Pamer Laporan IMF: RI Ekonomi Terbesar ke-7 Dunia!

Prabowo Pamer Laporan IMF: RI Ekonomi Terbesar ke-7 Dunia!

Heri Purnomo - detikFinance
Kamis, 22 Okt 2026 17:17 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). Sidang tersebut untuk membahas berbagai isu strategis yang berkembang dan evaluasi program kerja pemerintah serta menandai dua tahun masa kerja Kabinet Merah Putih Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nym.
Foto: ANTARA FOTO/Bayu Pratama S
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bangsa Indonesia merupakan bangsa yang kaya dan besar. Menurutnya, saat ini Indonesia merupakan negara dengan perekonomian ketujuh terbesar di dunia.

Prabowo mengatakan klaim tersebut bukan tanpa dasar. Laporan yang dirilis oleh Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) mencatatkan sendiri Indonesia adalah negara dengan perekonomian ke tujuh terbesar di dunia.Perhitungan tersebut didasarkan pada data paritas daya beli (purchasing power parity/PPP).

"Kita ini bangsa yang kaya, bangsa yang besar. Baru saja IMF mengeluarkan daftar urutan ekonomi terbesar di dunia dari PPP berarti kemampuan daya beli nyata dari ekonomi banyak negara, Indonesia hari ini ditempatkan dalam urutan ketujuh di dunia," ujar Prabowo dalam acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang digelar di Jiexpo, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Urutan ketujuh, we are the seven biggest economy in the world, we are strong," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Prabowo menekankan tantangan pemerintah saat ini adalah memastikan kekayaan dan pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat yang paling membutuhkan.

"Ini tantangan kita. Selama ini, maaf, kita harus berani koreksi diri. Selama ini filosofi ekonomi kita tidak sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 45. Saya katakan, kita harus berani, sekarang saatnya kita berani," papar Prabowo.

"Katakanlah apa adanya. Katakanlah kalau merah itu merah, kalau putih itu putih. Kita harus berani koreksi diri," katanya menutup.

(hrp/hal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads