Kalla: Tak Ada Rotan Akar pun Jadi

Kalla: Tak Ada Rotan Akar pun Jadi

- detikFinance
Jumat, 28 Des 2007 12:03 WIB
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta kepada masyarakat untuk menerapkan pepatah 'tidak ada rotan akar pun jadi'. Dengan demikian, dalam mengembangkan industri dapat memanfaatkan hal-hal yang kecil.

"Sekarang apa saja bisa dipakai, itu tadi pengusaha-pengusaha batik dapat penghargaan. Kreativitasnya luar biasa. Jadi pepatah yang mengatakan tidak ada rotan akar pun jadi itu bisa jadi kenyataan. Tidak ada rotan daun pun bisa. Tidak ada daun, eceng gondok pun bisa. Sebenarnya begitu kayanya kita, jadi harus ada inovasi untuk membuat sesuatu menjadi besar," ujar Kalla.

Hal tersebut ia sampaikan saat memberi sambutan dalam penyerahan
penghargaan Upakarti kepada 23 orang di Istana Wapres, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (28/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kalla mencontohkan, dirinya pernah bertemu dengan seorang pengusaha Amerika Serikat yang memanfaatkan hal-hal kecil untuk kemudian dijual.

"Sekitar 10 tahun yang lalu, ada orang Amerika yang bawa oleh-oleh dari Arab minta maaf, isinya tahi unta. Tahi itu pun bisa dijual, bayangkan itu," kata Kalla yang langsung disambut tawa hadirin.

Kalla menambahkan, masyarakat Indonesia saat ini harus sudah mulai menghargai hasil karya bangsa sendiri. Jangan hanya menghargai hasil karya bangsa lain.

"Masa istri orang saja yang kita hargai. Istri kita tidak," ujar Kalla yang lagi-lagi disambut riuh hadirin.

Kalla pun meminta kepada para walikota dan bupati untuk memberikan dukungan kepada para pengusaha kecil agar mendapatkan kucuran kredit dari bank, sehingga para pengusaha kecil itu dapat mengembangkan usahanya sendiri.

"Para pengusaha saat ini semuanya dijamin pemerintah. Tapi meski sudah dijamin, bukan berarti para pengusaha tidak bayar utangnya. Karena kalau tidak bayar, tidak ada kredit lagi," ujarnya.

Kalla juga minta kepada pengusaha besar untuk menyokong industri kecil. "Industri kecil selain harus mandiri, tapi pengusaha besar juga harus memberi dukungan," tandasnya.

(anw/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads