Berharap Sektor ESDM Tak Jadi Pepesan Kosong di 2008

Berharap Sektor ESDM Tak Jadi Pepesan Kosong di 2008

- detikFinance
Jumat, 28 Des 2007 15:13 WIB
Jakarta - Kinerja Sektor ESDM tahun 2008 akan mendapat tantangan yang lebih berat dari tahun 2007. Beberapa target strategis yang harus dicapai sektor ini tahun depan lebih tinggi dari tahun ini.
 
Seperti lifting minyak nasional. Meskipun target tahun ini sebesar 950 ribu barel per hari tidak tercapai, target tahun depan tetap lebih tinggi, yaitu 1,034 juta bph.
 
Yang was-was akan tercapai atau tidak target ini bukan hanya pejabat Departemen ESDM, Tapi juga Menkeu Sri Mulyani.
 
"Boleh ditanya, saya ini termasuk orang yang begging untuk target itu diturunkan. Karena penerimaan saya dari situ. Kalau ternyata hanya pepesan kosong, saya harus cari gantinya," tegasnya dalam Kilas Balik Sektor ESDM 2007 dan Rencana 2008 di gedung Departemen ESDM, Jakarta, Jumat (28/12/2007).
 
Meski begitu, Wakil Kepala BP Migas Abdul Muin mengaku optimis target lifting itu tercapai.
 
"Saya harus optimis. Masalahnya bukan uang, tapi karena tenaga ahli dan peralatan yang belum memadai," katanya disela-sela acara yang sama.
 
Selain target lifting minyak yang tidak tercapai, produksi gas sebesar 1,120 juta barel oil ekuivalen per day (BOEPD) justru melebih target 2007 sebesar 1,041 juta BOEPD. Dan target produksi gas 2008 mencapai 1,169 BOEPD.
 
Sementara produksi batubara tahun ini sebesar 2,356 juta BOEPD dari target 2,309 juta BOEPD. Dan target tahun depan pun naik 2,415 juta BOEPD.
 
Diluar produksi, realisasi investasi di sektor ESDM tahun ini sedikit melebihi target. Dari data Departemen ESDM, target 2007 sendiri sebesar US$ 14.371,61 juta, terdiri dari migas US$ 9.662,56, ketenagalistrikan US$ 3.252,99, dan minerbapabum US$ 1.456,12 juta.
 
Dan realisasinya mencapai US$ 14.754,92 juta terdiri dari minerbapabum US$ 1.351,64, listrik US$ 3.320,06, dan migas US$ 10.083,22.
 
Tahun depan sektor ini harus bekerja lebih keras untuk mencapai target yang lebih tinggi, yaitu sebesar US$ 21.335,93 juta. Terdiri dari minerbapabum US$ 1.554,25 juta, listrik US$ 5.402,67 juta, dan migas US$ 14.379,01 juta.
 
Hal serupa terjadi di sisi penerimaan negara dari sektor ESDM. Pencapaian tahun ini yang lebih tinggi dari target APBNP 2007 harus lebih digenjot lagi karena target 2008 yang lebih tinggi.
 
Realisasi penerimaan negara di sektor ini mencapai US$ 208.097,40 juta terdiri dari penerimaan sektor migas US$ 174.486,76 juta, pertambangan umum US$ 32.300,91 juta, dan lain-lain US$ 1.309,73.
 
Sementara target 2007 US$ 182.315,69 juta terdiri dari sektor migas US$ 151.162,88 juta, pertambangan umum US$ 29.869,53 juta dan lain-lain US$ 1.283,28 juta.
 
Sedangkan target tahun depan yang harus dicapai adalah US$ 199.479,23 juta terdiri dari migas US$ 166.028,30, pertambangan umum US$ 32.369,10, dan lain-lain US$ 1.081,83 juta.
 
Kerja ESDM pun harus makin bekeringat mengingat subsidi yang digelontorkan pemerintah tahun depan lebih rendah dari rencana tahun ini, apalagi dari realisasi hingga akhir 2007.
 
Realisasi subsidi listrik mencapai Rp 43,40 triliun dari rencana Rp 32,44 triliun. Dan alokasi subsidi listrik 2008 pun ditekan lagi menjadi Rp 31,58 triliun.
 
Begitu juga realisasi subsidi BBM sebesar Rp 87,37 triliun yang jauh dari rencana APBNP 2007 sebesar Rp 55,60 triliun. Padahal subsidi BBM 2008 hanya dialokasikan sebesar Rp 45,81 triliun.
 
Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro sebelumnya mengakui bahwa kinerja departemen yang dipimpinnya pada tahun depan akan lebih menantang.
 
"Apa yang akan kita hadapi 2008 akan lebih menantang dari tahun ini," pungkas Purnomo.



(lih/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads