Pertamina Sudah Kantongi Laba Rp 21 Triliun

Pertamina Sudah Kantongi Laba Rp 21 Triliun

- detikFinance
Jumat, 28 Des 2007 18:19 WIB
Jakarta - Pertamina sudah mengantongi laba bersih sebesar Rp 21,6 triliun hingga November 2007.

Demikian dipaparkan Direktur Keuangan Pertamina Frederick Siahaan dalam jumpa pers di kantor pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (28/12/2007).

"Laba Pertamina tahun ini dipastikan lebih tinggi dari 2006 yang Rp 19 triliun. Sampai November saja sudah Rp 21,6 triliun," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika ditanya apakah Pertamina bisa meraup laba Rp 23 triliun hingga akhir tahun, Frederick hanya tersenyum dan mengangguk.

Ia menegaskan naiknya laba Pertamina ini tidak hanya karena windfall profit, tapi efisiensi di operasional.

Karena tahun ini Pertamina mengalami penurunan persentase marjin distribusi BBM. Seperti marjin distribusi BBM subsidi yang tahun 2006 15 persen turun jadi 14,1 persen tahun ini. Juga marjin harga BBM untuk PLN yang turun dari 15 persen menjadi 9,5 persen.

Seperti yang dituturkan Dirut Pertamina Ari Soemarno, bahwa dengan modernisasi sistem di depo-deponya, Pertamina bisa menghemat hingga Rp 1,3 triliun.

Juga efisiensi sistem pengangkutan laut dan darat yang bisa hemat Rp 250 miliar, serta efisiensi kinerja kilang yang bisa menambah marjin pengolahan.

Namun Frederick tak memungkiri jika kenaikan harga minyak memberi angin segar ke laporan keuangannya.

Karena setiap kenaikan US$ 1 harga minyak Indonesia (Indonesia Crude Price/ICP), maka bisa memberikan tambahan laba bersih Rp 300 miliar.

"Kalau ICP rata-rata 2006 US$ 64,26 per barel, tahun ini menjadi US$ 72,6 per barel. Bisa dihitung impact-nya," jelasnya.

Frederick menambahkan, hari ini pemerintah melunasi sisa subsidi BBM yang selama ini ditanggung Pertamina. Begitu juga Pertamina yang telah membayar deviden 2006 sebesar Rp 11,1 triliun dan deviden interim sebesar Rp 700 miliar. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads