Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam jumpa pers evaluasi akhir tahun 2007 di Graha Sawala, Gedung Departemen Keuangan, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Sabtu (29/12/2007).
Â
"Ini merupakan trend yang positif bagi penanaman modal di Indonesia dan diharapkan ini terus berlanjut," jelasnya.
Meskipun secara realisasi investasi mencapai 101 persen dari target, namun secara pertumbuhan pada tahun 2007 realisasi investasi hanya tumbuh 7,9 persen.
"Dulunya kita harapkan tumbuhnya 2 digit yaitu 12,3 persen tapi realisasinya 7,9 persen, meskipun ada tren yang meningkat karena kalau kita lihat pada tahun 2006 hanya meningkat 2,9 persen. Jadi kalau sekarang mendekati 8 persen itu praktis sudah 4 kali lipat, namun masih di bawah pertumbuhan yang kita harapkan," jelasnya.
Sementara untuk investasi, menurut Sri Mulyani peningkatannya dicerminkan oleh meningkatnya impor barang modal dan realisasi pemerintah.
Â
Untuk ekspor, dijelaskan Menkeu realisasinya diperkirakan mencapai US$ 112 miliar atau lebih tinggi 12 persen dari realisasi ekspor di 2006 yang sebesar US$ 101 miliar.
Â
"Impor juga mengalami kenaikan yang ditopang oleh impor barang modal seperti biji-bijian, mesin, listrik, besi dan baja, untuk ekspor impor ini kami lebih confident dalam perkiraan realisasinya karena datanya langsung dari bea cukai," tuturnya.
(dnl/qom)











































