Bocoran Insentif Mobil Hybrid dari Menperin

Bocoran Insentif Mobil Hybrid dari Menperin

Heri Purnomo - detikFinance
Rabu, 28 Okt 2026 07:30 WIB
Muhammad Sarmuji resmi menjalankan tugas sebagai Menteri Perindustrian setelah menerima serah terima jabatan dari Agus Gumiwang Kartasasmita di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (2/10/2026).Sarmuji sebelumnya dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Perindustrian di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026), menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Pelantikan tersebut menjadi bagian dari perubahan susunan Kabinet Merah Putih.
Foto: Gilang Faturahman/detikfoto
Jakarta -

Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji menargetkan usulan insentif untuk mobil hybrid dapat diajukan tahun ini. Dia mengatakan sudah melakukan pembahasan teknis antar kementerian terkait insentif untuk mobil hybrid.

Hanya saja, Sarmuji menyampaikan besaran insentif tersebut belum menemui keputusan bulat dan masih dalam kajian.

"Sudah (ada pembahasan antar kementerian), mulai ada pembahasan teknis, masih dalam proses pembahasan teknis, nanti seberapa besar insentif yang akan kita usulkan nanti akan lebih diperjelas lagi," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Selasa (27/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sarmuji mengatakan, usulan insentif mobil hybrid nantinya tidak harus sama dengan insentif mobil listrik berbasis baterai atau battery electric vehicle (BEV). Hal ini seperti apa yang diinginkan oleh Industri otomotif. Yang terpenting bagi industri otomotif, kata Sarmuji, adalah adanya pemberian insentif untuk mendongkrak pembelian mobil hybrid.

ADVERTISEMENT

"Dari industri pun tidak meminta sama seperti BEV ya, tidak minta sama, tetapi yang penting ada insentif," katanya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto memandang pemberian insentif ini sangat penting bagi industri otomotif.

Adanya pemberian insentif ini diharapkan dapat mendorong daya beli masyarakat dan mengangkat kembali penjualan mobil baru. Pasalnya kata Nandi, pasar otomotif Indonesia saat ini menghadapi pergeseran permintaan dari mobil baru ke mobil bekas atau used car.

"Kami tadi menyampaikan mengenai pentingnya stimulus untuk meningkatkan daya beli, daya beli sehingga pembelian mobil baru itu meningkat. Karena sekarang market-nya bergeser kepada used car," kata Nandi saat ditemui usai bertemu dengan Menperin Sarmuji.

Menurut Nandi, bentuk stimulus yang dibutuhkan masih perlu dibahas lebih lanjut bersama pemerintah. Dia menilai pemberian insentif perlu dilakukan secara adil berdasarkan parameter yang jelas.

"Kalau insentif itu ya fair. Mau dilihat dari apa? Kalau mau lihat dari sisi emisi, ya bagaimana emisinya. Melihat dari sisi penghematan, penghematan. Fair, fairness saja," ujarnya.

Saksikan Live DetikPagi:

(hal/hal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads