2 produsen Mobil China Merger Untuk Tembus Pasar Global

2 produsen Mobil China Merger Untuk Tembus Pasar Global

- detikFinance
Minggu, 30 Des 2007 16:08 WIB
Beijing - 2 produsen otomotif besar di China sepakat melakukan merger. Tujuannya untuk dapat memenuhi permintaan mobil di China yang terus meningkat dan menciptakan sebuah perusahaan otomotif yang mampu bersaing di pasar global.

Merger dilakukan antara Shanghai Automotive Industry Corp (SAIC), salah satu produsen besar mobil di China, dengan pesaingnya Nanjing Auto, juag merupakan produsen kendaraan bermotor terbesar di China.

"Industri otomotif China harus dapat bersaing di internasional, inilah alasan mengapa kami memutuskan untuk merger," ujar Chairman SAIC, Hu Maoyuan sebagaimana dikutip AFP, Minggu (31/12/2007).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, pemerintah China menginstruksikan agar kedua perusahaan itu melakukan konsolidasi guna mengakhiri persaingan ketat antara keduanya. Terutama terkait pembelian MG Rover oleh kedua produsen besar tersebut.

Dalam perjanjian merger, SAIC akan membayar 2,1 milliar Yuan (USD 287 juta) pada holding Nanjing Auto, Yuejin Motor untuk menguasai asset Nanjing Auto. Sementara Yuejin Motor akan menguasai 320 juta lembar saham atau setara dengan 5% dari total saham milik SAIC.

"Merger SAIC dan Nanjing akan mendorong pertumbuhan industri otomotif China," ujar analis CEL Venture Capital, Liu Shuofeng.

Penjualan otomotif di China pada 2007 ini sekitar 8,7 juta unit, angka tumbuh 20% apabila dibandingkan dengan tahun 2006. Pada tahun 2006 penjualan otomotif di China sebesar 7,2 juta
unit, jauh lebih tinggi dari Jepang. China menjadi p asar otomotif terbesar kedua di dunia.

Sementara kenaikan harga minyak dan resesi ekonomi yang melanda Eropa, Jepang dan AS telah membuat industri otomotif dunia menjadi stagnan, di China saat ini lebih dari 10 juta penduduk siap membeli kendaraan begitu pendapatan meningkat dan harga kendaraan turun.

Ekspor otomotif China pun berkembang pesat. Pada tahun 2003, ekspor China tidak lebih dari 1000 unit, namun pada 2005 sudah mencapai 170 ribu unit yang kebanyakan ditujukan ke negara-negara emerging market.

Pemerintah China mendukung sepenuhnya penggabungan tersebut. Saat ini, pasar otomotif dalam negeri Tiongkok didominasi oleh GM, Volkswagen, dan merek produsen asing lain. China memiliki sekitar 150 produsen otomotif, yang sebagian besar di antaranya berskala kecil dan kondisi keuangannya lemah.

SAIC merupakan partner lokal General Motors (GM) Corp. dan Volkswagen AG, dan telah meluncurkan mereknya sendiri, Roewe. Sedangkan Nanjing Auto dikenal karena telah melakukan revitalisasi terhadap mobil sport MG, yang merupakan produk reject dari produsen otomotif MG Rover Group.

(dro/arn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads